Syaepul | initasik.com
Sosial Politik

Masih Ada Ojek Palang di Pinggiran Kota Tasikmalaya

initasik.com, sospol | Berjibaku dengan medan terjal, bawa beban angkutan yang berat, dan menantang maut menjadi kebiasaan rutin bagi para pengemudi ojek palang. Mereka biasa mengangkut kayu gelondongan dari hutan ke perkampungan.

Juga jadi pengangkut pasir dan bebatuan ke tempat-tempat yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Itu bukan tanpa risiko. Bila tidak hati-hati, kecelakaan menanti. Terlebih, ketika memasuki musim hujan seperti sekarang ini. Jalanan licin.

“Demi memenuhi kebutuhan hidup, apapun dilakukan. Awalnya coba-coba. Memang saya senang adventure ke gunung-gunung. Kenapa tidak dijadikan mata pencaharian,” kata Ace, pengemudi ojek palang, di sela mengangkut bebatuan, di Cibungur, Tamansari, Kota Tasikmalaya.

Mengangkut bebatuan dan pasir, kata dia, masih terbilang biasa saja. Tidak begitu menantang dibanding menarik kayu gelondongan dari pegunungan. Ketika menarik kayu, kendaraan akan melewati bebukitan, jalan setapak yang curam dan tikungan tajam. Karenanya tak sedikit pengemudi ojek palang yang kecelakaan atau mogok di tengah hutan.

“Perlu ketelatenan dan kecepatan dalam berpikir. Insting pun harus kuat. Kerja sama dan saling tolong menolong menjadi modal utama untuk bekerja di bidang ini,” ucap pria berusia 35 tahun itu berbagi strategi biar selamat saat bawa ojek palang.

Terkait biaya angkut, itu dihitung jauh-dekatnya jarak antar, serta sulit-mudahnya medan yang dilalui. Untuk menarik kayu dihitung per kubik, sedangkan menarik pasir atau bebatuan dihitung per truk.

“Kadang di Cineam, Ciamis, Cilacap. Kita berkelompok melakukan pekerjaannya. Saratus ribu rupiah per kibik. Tapi tergantung medannya. Semakin sulit medan, ongkosnya semakin mahal. Alhamdulillah setiap harinya selalu ada pekerjaan,” sebutnya.

Tukang ojek palang lainnya, Manan, menceritakan, awal mula mencoba pekerjaan itu, ia sempat dilanda ketakutan. Sekarang sudah terbiasa. “Alhamdulillah, saya bisa menguliahkan anak dari pekerjaan ini,” ungkapnya. [Syaepul]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?