Ucu Suherlan | Jay/initasik.com
Informasi

Masyarakat Kampung Naga Kukuh Pakai Minyak Tanah

initasik.com, informasi | Masyarakat Kampung Naga, Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, sampai sekarang masih kukuh menggunakan minyak tanah untuk keperluan penerangan. Mereka patuh pada titah adat untuk menjaga keseimbangan alam.

“Sampai kapanpun Kampung Naga tidak akan menerima listrik. Untuk penerangan di malam hari, masyarakat menggunakan lampu teplok. Minyak tanah digunakan untuk itu,” sebut Ucu Suherlan, ketua Himpunan Pramuwisata Kampung Naga.

Kendati saat ini minyak tanah sudah langka di pasaran, khusus Kampung Naga ada kiriman dari Pertamina, setiap tiga bulan sekali. Jumlahnya sekitar 20 ribu liter. Harga jual kepada warga Kampung Naga Rp 4.000 per liter.

“Kalau di masyarakat umum, sekarang harga per liternya antara Rp 12 ribu sampai Rp 14 ribu. Tapi bagi warga Kampung Naga ada subsidi, jadi hanya Rp 4.000. Itu termasuk iuran untuk koperasi yang nanti akan kembali lagi ke masyarakat,” tutur Ucu.

Jika kelak minyak tanah sudah benar-benar tidak ada, Ucu menegaskan, Kampung Naga tidak akan beralih menggunakan listrik. Ada alternatif menggunakan minyak jarak yang bersumber dari alam.

Alasan alam itulah yang membuat Kampung Naga menolak listrik, termasuk gas elpiji. Untuk keperluan memasak, warga di sana masih menggunakan kayu bakar. “Sejak awal, kami menolak konvensi ke gas. Kami hidup bersama alam. Jadi, segala sesuatunya dari alam dan kembali lagi ke alam. Kayu bakar, abunya kembali lagi ke alam dan akan menyuburkan tanah,” paparnya. [Jay]