Peristiwa

Mau Bantu Ai, Janji Manis Bupati Hanya Isapan Jempol

Kabupaten Tasik | Sejak ramai diberitakan media massa, nama Ai Eka Citra Lestari jadi perbincangan khalayak. Anak sebelas tahun itu dipuji banyak orang, karena telah telaten merawat ibunya yang mengalami gangguan mental.
Dedeh Kurniasih, ibunda Ai, warga Kp. Lelesgirang, Desa Kurniabakti, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, telah tujuh tahun mengalami gangguan jiwa. Kini, suaminya telah menikah lagi, dan tinggal bersama istri mudanya. Ailah yang merawat Dedeh.

Anak yang masih duduk di bangku kelas 6 SDN Kurniabakti itu setiap pagi harus membereskan rumah, menyiapkan sarapan untuk ibu dan adiknya, Intan Nuraeni, 7 tahun. Pulang sekolah pun sama. Selalu begitu setiap hari selama tujuh tahun. Tapi itu dulu. Kini Dedeh sudah dirawat di Bandung, sejak Selasa, 12 Januari 2016, pekan kemarin.

Di hari itu pula Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, menengok Dedeh. Itupun di tengah perjalanan, saat Dedeh akan dibawa ke Bandung. Dalam kesempatan itu bupati berjanji akan menanggung biaya sekolah Ai dan adiknya, sekaligus kebutuhan sehari-harinya.

Nyariosna mah bade dugi ka dikuliahkeun,” sebut Atikah, kakak Dedeh, saat dijumpai initasik.com di rumahnya, Selasa, 19 Januari 2016. Namun, sampai saat ini Atikah mengaku belum ada tindak lanjutnya.

Bupati belum pernah membantu banyak, selain memberi uang kepada Ai secara spontanitas saat bertemu di tengah jalan itu. Orang Sunda bilang ngeupeulan. “Duka Rp 50 rebu duka Rp 60 rebu,” sebut Atikah.

Adapun bantuan paket, kata Atikah, itu dari Dinas Sosial Jawa Barat. Isinya, seragam sekolah, makanan, dan pakaian bayi. “Pami acuk orok mah dipasihkeun kanu sanes, da teu kaanggo ku Ai atanapi ku raina mah,” ungkapnya.

Terpisah, Kokoy Kowiyah, kepala SDN Kurniabakti, mengaku belum pernah kedatangan utusan bupati terkait masa depan pendidikan Ai. Bahkan ia tidak tahu kalau bupati mau membantu pendidikan Ai. “Tapi kami selalu memberikan dorongan agar dia tetap semangat menyelesaikan sekolahnya,” ujarnya.

Menurutnya, kendati Ai punya rutinitas lain di rumahnya, tapi tidak mengganggu proses belajarnya. Semua pelajaran diikuti, kehadiran bagus, pakaian pun selalu rapih. “Intan juga yang masih kelas 1 sudah bagus dalam hal membaca. Mereka rajin, terutama kakaknya yang bisa membimbing Intan,” tutur Kokoy. initasik.com|wrd

Komentari

komentar