Syaepul | initasik.com
Sorot

Mayoritas Gay di Tasikmalaya Berusia Remaja


initasik.com, sorot | Mayoritas gay di Tasikmalaya masih berusia remaja produktif. Dari 1.319 lelaki suka lelaki (LSL) yang dijangkau Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Tasikmalaya, mereka yang berumur dewasa jumlahnya terbilang sedikit.

“Kalau pekerjaannya beragam. Dari semua kalangan ada, mulai pengusaha sampai Pegawai Negeri Sipil,” sebut Daniar Ridijati, koordinator Lapangan PKBI Tasikmalaya, saat diwawancara initasik.com, di salah satu tempat makan di Jl. Tentara Pelajar, Kota Tasikmalaya, Kamis, 25 Mei 2017.

Dari 1.319 LSL yang dijangkau PKBI, mereka yang berstatus PNS jumlahnya mencapai tiga persen. Namun, untuk profesi tertentu pihaknya masih kesulitan untuk menembusnya. Kalau yang PNS sudah mulai terbuka. Mereka biasa kumpul sesama komunitas LSL.

Menurutnya, data 1.319 LSL itu hasil penjangkauan selama 2016. Berdasarkan data 2013 hingga 2015 ditemukan 3.000 lebih LSL. “Untuk data ini (1.319 LSL) hampir 95 persen baru. Berbeda dengan tahun 2013 s.d. 2015. Kalau yang sekarang asli warga Tasikmalaya,” tutur Daniar.

Ia menjelaskan, kaum LSL punya kegiatan-kegiatan khusus untuk komunitasnya. PKBI Tasikmalaya bertugas mengedukasi pencegahan HIV/AIDS, karena mereka sangat rentan terkena virus tersebut.

“Kami memberikan pendidikan bagi remaja dalam rangka mempersiapkan diri menuju keluarga bertanggung jawab. PKBI juga melaksanakan pendampingan kelompok risiko tinggi, seperti LSL,Waria, dan pengguna napza suntik (Penasun) dalam program pencegahan penularan HIV/AIDS,” paparnya.

Baca: Mendengarkan Cerita Kaum Gay dan Lesbian Tasikmalaya

Ditanya alasan kenapa mereka menjadi LSL, Daniar mengatakan, banyak faktor penyebabnya. Selain faktor kebutuhan biologis, di antara mereka banyak yang sebelumnya jadi korban pelecehan seksual, seperti diperkosa. PKBI Tasikmalaya sering mengadvokasi mereka ketika berurusan dengan hukum.

Baca: Tempat Karaokean Jadi Lahan Basah Cari Uang Kaum Lesbian

Terpisah, Gayus (bukan nama sebenarnya) membenarkan, saat ini banyak gay yang berusia SMP hingga SMA. Malah lebih parah dibanding dulu. Mereka sampai berani mengunggah aktivitas mesumnya di media sosial. Gayus mengaku miris dengan cara-cara seperti itu.

Ia pun membenarkan banyak PNS yang menjadi gay. Bahkan sering main dengan mereka.

“Setahu saya polisi juga ada yang suka sama lelaki, termasuk pengacara, dokter dan perawat. Kalau perawat jumlahnya banyak,” ungkapnya. [Syaepul]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?