Ilustrasi | Jay/initasik.com
Informasi

Media Sosial Perparah Degradasi Moral

initasik.com, informasi | Media sosial memperparah terjadinya degradasi moral. Telah banyak kasus yang menimpa atau bahkan dilakukan anak-anak diawali dari informasi dan tayangan yang tersebar di media sosial.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mencontohkan, di salah satu kampung ada kasus yang dipicu setelah melihat video hubungan suami istri. Pelakunya anak sembilan tahun. Korbannya baru delapan tahun. Selaput daranya rusak.

“Banyak orangtua yang kalah pintar oleh anaknya dalam menggunakan telepon seluler pintar. Mereka pakai android hanya untuk komunikasi atau kirim pesan singkat, sementara anak-anaknya lebih dari itu. Orangtua belum tentu bisa mendownload video dari hape, sedangkan anak pasti bisa. Itu fakta hari ini,” tutur Ato.

Menurutnya, ketika pemahaman dan keterampilan orangtua dalam menggunakan ponsel pintar kalah oleh anaknya, dampaknya berbahaya. Apalagi jika orangtua tidak bisa mengawasi dan mengontrol anaknya saat memegang ponsel.

Sejak diresmikan April 2017 kemarin, KPAID Kabupaten Tasikmalaya telah mencatat 21 kasus yang terjadi pada anak. Dominannya pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Salah satu yang mengagetkan adalah kasus di daerah Taraju. Seorang ayah menyetubuhi anak kandungnya hingga hamil dan melahirkan, kemudian anak dari anaknya itu digauli lagi. “Seharusnya hal sekeji itu tidak terjadi di Kabupaten Tasikmalaya yang katanya punya ribuan pesantren,” tandasnya.

Ditanya soal perhatian pemerintah, ia menjawab masih minim. Pemkab Tasikmalaya belum memperlihatkan keberpihakannya pada kasus-kasus anak. Dukungan anggarannya tidak ada. Sejak KPAID diresmikan, belum ada bantuan anggaran. Padahal, untuk menginvestigasi sebuah kasus, biayanya besar. Apalagi wilayah Kabupaten Tasikmalaya sangat luas.

Selain itu, infrastruktur untuk penyelesaian kasus anak juga belum ada, terutama tempat untuk pemulihan anak-anak korban kekerasan seksual. Korban yang asal Taraju, misalnya, sampai sekarang biaya hidup dan kontrakannya masih ditanggung KPAID Kabupaten Tasikmalaya secara swadana. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?