Informasi

Megah Masjid Al-Fattah; Bukti Kesungguhan dan Persatuan, Kebersihan Tetap Terjaga

initasik.com, informasi | Masjid Al-Fattah yang berada di kompleks Tarekat Al-Idrisiyyah, Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, tampak mewah dari luar. Menara dan kubahnya mengingatkan pada masjid-masjid yang tidak asing bagi umat Islam.

Lingkungannya bersih. Nyaris tidak ada sampah terserak. Disediakan wadah sampah khusus. Untuk sampah logam, organik, dan nonorganik. Di WC, kebersihannya juga terjaga. Tak tampak suasana kotor atau tercium bau pesing.

Bukan hanya di luar, di dalam masjid juga sama. Nyaman. Membuat betah. Karpetnya tebal. “Luas masjid ini 33 meter x 33 meter,” sebut Adang Nurdin, direktur Operasional Tarekat Al-Idrisiyyah.

Kendati belum rampung total, masjid yang mulai dibangun pada tiga tahun lalu itu sudah digunakan untuk ibadah sejak Januari 2017. Biaya pembangunannya menghabiskan dana Rp 33 miliar. Itu didapat dari urunan jamaah, sebagian kecil bantuan pemerintah.

“Masjid ini adalah bukti kekompakan jamaah dan kesungguhan. Ruhul mujahadah. Semangat bersungguh-sungguh. Jadilah masjid ini. Islam itu jamaah, dan itu merupakan kekuatan. Masjid ini bisa dibangun karena kekuatan jamaah,” tuturnya.

Ia menyebutkan, menara dan kubah Masjid Al-Fattah memang meniru menara Masjidil Haram dan kubah Masjid Al-Aqsa. Sedangkan interiornya berkiblat ke Masjid Nabawi, Madinah, termasuk pintu-pintunya.

“Semuanya pakai kayu jati. Kalau marmernya dari Italia. Ini masjid umat Islam. Siapapun boleh menggunakannya. Apalagi posisi di pinggir jalan raya. Waktu kemarin musim mudik-balik, banyak yang ke sini. Di depan pintu, kami sediakan minuman gratis,” papar Adang.

Baca: Pengembangan Sektor Ekonomi Jadi Salah Satu Program Utama Tarekat Al-Idrisiyyah

Muhammad Muslim, ketua DKM Masjid Al-Fattah, menambahkan, kebersihan yang senantiasa dijaga itu merupakan pengamalan bahwa kebersihan sebagian dari iman. Meski sejak kecil sudah mendengar itu, namun masih banyak masjid yang tidak memerhatikan kebersihannya. Di dalam masjid kotor, di WC bau.

Selain kemegahan masjid, ada pemandangan lain yang tak kalah memesona. Dinding di samping kiri area masjid ternyata bukan dari tembok, tetapi susunan bunga-bunga dan sayuran yang ditanam vertikal.

Di depan masjid, tepat di bawah papan nama, ada kolam ikan. Isinya ikan mas dan ikan raksasa bernama Arapaima. Ikan asal sungai Amazon itu beratnya 1 kuintal lebih. Selain ikan, ada juga hewan peliharaan lainnya, seperti kuda, burung, hingga buaya. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?