Etalase

Melihat CFD dari Sisi Lain

Kota Tasik | Sudah tiga bulan lebih, Ovi Suryanti menggelar lapak dagangan di arena car free day (CFD) di Jl. Hazet, Kota Tasikmalaya. Setiap Minggu pagi, ia jualan kerudung buatannya sendiri. Sebagian barangnya digantung di pipa, sebagian lagi disimpan di atas aspal beralaskan kain.

Baginya, dagang di arena CFD telah memompa nadi ekonomi keluarganya. Bahkan, penghasilan dari jualan selama tiga jam, mulai pukul 6 sampai 9 pagi, itu sering melebihi gaji bulanannya sebagai guru TK. “Pernah dapat sampai Rp 2 juta,” sebutnya saat berbincang dengan initasik.com, Minggu, 10 Januari 2016.

Sejak ngelapak di CFD, Ovi mengaku jadi banyak relasi, karena sering membagikan nomor PIN BB kepada para pengunjung. “Selain di CFD ini saya kan tidak punya jongko atau kios jualan. Bukannya tidak mau beli jongko, tapi uangnya belum ada. Jadi saya merasa sangat terbantu dengan adanya CFD ini. Kalau bisa mah jangan hanya tiga jam. He..he…he..,” tuturnya berseloroh.

Pengalaman serupa dirasakan Toto Sugiarto, pedagang kupat tahu dan batagor. Ia mengaku omzet berdagang selama tiga jam, bila dibanding dengan hari biasa, sangat jauh. Selama waktu CFD, ia bisa mendapat uang sampai Rp 200 ribu. Tapi di hari biasa, mulai dagang pukul 11 siang sampai 5 sore, paling besar dapat Rp 150 ribu. “Alhamdulillah di CFD mah aya enyoyan,” tandasnya tanpa menjelaskan apa yang dimaksud enyoy itu.

Terpisah, Kepala Dishubkominfo Kota Tasikmalaya, Aay Z Dahlan, menerangkan, dibukanya kembali CFD di jalur Hazet itu berdasarkan perintah wali kota. Menurutnya, kalau dari aspek tujuan diadakannya program CFD, itu tidak tercapai.

“Tapi karena masih banyak masyarakat yang membutuhkannya, kita buka lagi dengan dilakukan penataan. Misalnya, pedagang diberi lapak yang jaraknya 1,5 meter dari trotoar, kemudian panjangnya 3 meter,” sebutnya.

Ia mengakui, dari sisi ekonomi, keberadaan CFD memang menjadi ruang transaksi jual-beli. Ada sekitar 600 pedagang yang menawarkan aneka barang, mulai makanan sampai pakaian. Karenanya, ke depan arena CFD akan diperpanjang sampai tugu Asmaul Husna agar penataannya lebih leluasa.

“Sebenarnya kita belum terlalu memerlukan CFD, karena tingkat pencemaran udara belum parah. Tapi kita juga ingin memberikan ruang terbuka kepada masyarakat, sekaligus memberikan edukasi tentang pengurangan emisi,” papar Aay. initasik.com|shan

Komentari

komentar