Valentino Dinsi | Jay/initasik.com
Informasi

Membangun Ekonomi Umat Melalui Masjid


initasik.com, informasi | Sejatinya, Indonesia jadi negara maju dengan pondasi ekonomi yang kuat. Selain sumber daya alamnya melimpah, potensi umat muslim menjadi kekuatan tersendiri. Apalagi jumlahnya dominan. Mayoritas.

Faktanya, dari 50 orang terkaya di Indonesia, hanya delapan orang yang muslim. Selebihnya nonmuslim. Perbankan didominasi asing. Begitupun sektor pertambangan. Sebanyak 74 persen tanah di negara ini dimiliki 0,2 persen warga nonpribumi. Perusahaan Sinar Mas mengusai 5 juta hektar tanah di Indonesia.

“Negara membiarkan satu perusahaan mengusai tanah 50 miliar meter persegi tanah di republik ini. Kalau ketidakadilan ekonomi ini terus terjadi, anak cucu kita bakal jadi tamu di rumahnya sendiri,” tutur Ketua Umum Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia, Valentino Dinsi.

Saat berceramah dalam Majelis Taklim Wirausaha di Masjid Bale Kota Tasikmalaya, Ahad, 3 September 2017, ia menegaskan, sudah saatnya umat Islam bangkit dari keterpurukan. Untuk itu, ia bergerak membangun gerakan ekonomi umat melalui masjid.

“Saat hijrah ke Madinah, hal pertama yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah membangun masjid. Kemudian mempersaudarakan kaum muhajirin dan anshar, lalu membangun ekonomi umat. Dan itu berhasil,” paparnya.

Pola yang sama ditiru Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan. Sebelum memimpin negara tersebut, kondisi perekonomian Turki anjlok. Suku bunga sampai 3.000 persen. Waktu Indonesia dilanda krisis monoter, suku bunganya 300 persen.

Setelah dipimpin Erdogan, kata Valentino, lima tahun kemudian Turki berubah jadi negara kuat. Ekominya tumbuh 11,5 persen. Semula berada di peringkat 111 dunia, kini di jajaran 15 dan masuk 20 negara terkaya di dunia.

“Itu dilakukan dalam waktu lima tahun. Apa yang dia lakukan Erdogan? Pertama, ia memenuhi semua janji kampanyenya. Ia mereformasi bidang ekonomi, menekan inflasi, mengurangi pengangguran, menjalankan distribusi ekonomi secara adil, pemerataan kesempatan berusaha, dan renegoisasi dengan IMF,” paparnya.

Menurutnya, hal-hal itu biasa dilakukan oleh negara-negara yang sedang dilanda krisis. Namun, ada satu hal yang berbeda dengan cara Erdogan menakhodai Turki. “Erdogan melakukan pendekatan langit, tidak hanya pendekatan bumi,” sebutnya.

Pendekatan langit itu adalah membuat gerakan salah Subuh berjamaah di masjid, gerakan zakat, infak, dan sedekah, serta gerakan membangun ekonomi umat. Mengutip Quran Surat Al-A’raf ayat 96, Valentino mengatakan, “Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi,….” [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?