Membangun Tugu Rp 1,4 Miliar Bisa, Sekolah Rusak Diabaikan
Peristiwa

Membangun Tugu Rp 1,4 Miliar Bisa, Sekolah Rusak Diabaikan

Kabupaten Tasik | Sebuah tugu megah berdiri gagah di depan kantor Setda Kabupaten Tasikmalaya. Namanya tugu Lam Alif. Itu baru diresmikan pada 23 Oktober 2015 kemarin. Untuk membangunnya harus merogoh anggaran sampai Rp 1,4 miliar. Fantastis.
Padahal itu hanya sebuah tugu. Wujud kesombongan yang kasatmata. Tidak ada manfaatnya untuk rakyat. Kendati banyak pihak yang menentang pembangunan tugu tersebut, Pemkab Tasikmalaya bergeming. Proyek tetap dilanjutkan.

Nun jauh dari kompleks pemerintahan, di daerah Bojonggambir ada satu sekolah yang kondisinya sangat memprihatinkan, yaitu SDN Kahuripan, Kampung Cihurip, Desa Cempakasari, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya.

Dari tujuh ruangan, termasuk kantor, cuma tiga kelas yang layak pakai. Itu pun satu ruangan dipakai kantor, karena ruangan kantor kondisinya rusak parah. Tiga kelas yang dipakai pun sebagian kondisinya tak layak. Langit-langitnya bolong. Tembok kusam dan berjamur, serta jendela-jendela tidak berkaca.

Kondisi itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Bila turun hujan deras, para siswa sering dibuat repot. “Kelas banjir, baju dan peralatan sekolah kami sering kebasahan,” tutur Imas, 9 tahun.

Aep Saepudin, guru kelas VI SDN Kahuripan, mengatakan, tidak ada pilihan lain bagi sekolah, khususnya bagi kelas VI, selain menempati ruangan yang ada. “Kami khawatir akan keselamatan para siswa,” ujarnya sambil menunjuk pada bangunan yang kondisinya jelas terlihat sangat memperhatinkan.

Sekolah dasar yang dihuni 76 siswa itu merupakan salah satu sekolah terpencil di Kabupaten Tasikmalaya. Untuk menempuhnya mesti melewati jalan terjal sejauh 30 km yang dipenuhi  bebatuan dan tanah merah. Bila turun hujan, kondisi jalan lebih parah. Kendaraan sulit melewati jalan penghubung dari pusat pemerintahan Kecamatan Bojonggambir ke lokasi sekolah. initasik.com|ahmad

Komentari

komentar