Seni Budaya

Membumikan Sastra Melalui Lomba Baca Puisi

Kota Tasik | Banyak cara untuk membumikan sastra. Salah satunya melalui kompetisi baca tulis puisi. Pertunjukkannya merupakan tontonan yang mengandung tuntunan. Teks seolah menjadi benda hidup yang banyak mengandung makna.

Hal itulah yang mendorong Unit Kegiatan Mahasiswa Generalis Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STAI) untuk menggelar lomba baca tulis puisi tingkat SLTA/sederajat se-Tasikmalaya, yang dikemas dengan tema “Harmonisasi dalam Budaya”, kemarin.

“Lomba itu awal untuk terus belajar. Berproses. Perlombaan ini baru pertama kali. Soalnya UKM ini baru berdiri dua tahun. Namun, ini menjadi salah satu bukti keseriusan UKM ini dalam menekuni dunia sastra dan seni,” kata Dr. Ani Heryani, rektor STIA, saat memberikan sambutannya.

Diharapkan, kegiatan tersebut menjadi awal unutk membumikan sastra di dunia kampus. Pendorong anak- anak muda dalam berkarya. Motivasi dalam bersastra. Gerbang menuju masa depan dalam mempertahankan tradisi.

“Ini, kan, yang ikut perlombaan anak-anak muda. Masih duduk di bangku sekolahan. Semoga ini jadi motivasi untuk terus belajar,” ujarnya.

Sementara itu, Bode Riswandi, dewan juri, menerangkan, dalam penilaian lomba baca puisi paling utama adalah penghayatan, yaitu penafsiran dan penyampaian pesan yang terkandung dalam puisi itu.

“Teks itu adalah kiblat utama dalam membaca puisi. Penghayatan. Penafsiran. Baru setelahnya itu seni peran dan yang lainnya. Seperti tentang puisi Karawang-Bekasi. Itu, kan, tentang mayat. Tapi kebanyakan yang baca sangat heroik. Puisi itu bukan untuk telinga, melainkan rasa,” terangnya. initasik.com|syamil

Komentari

komentar