Peristiwa

Menanam Kejujuran di Kantin Sekolah

Kabupaten Tasik | Tiga sekolah menengah pertama di wilayah MKKS Singaparna bakal dijadikan pilot project penerapan kantin kejujuran di sekolah. Salah satu sekolah yang ditunjuk untuk mengawalinya adalah SMPN 1 Singaparna, Kabupaten Singaparna.

Kepala SMPN 1 Singaparna, Jae Juarsa, mengatakan, pada dasarnya kantin kejujuran tidak berbeda jauh dengan kantin pada umumnya yang menjual makanan kecil dan minuman. Hanya, kantin ini tidak memiliki penjual dan tidak dijaga.

Di sana hanya tersedia makanan, daftar harga, dan kotak untuk membayar dan mengambil uang kembalian. Menurutnya, kantin kejujuran yang diprogramkan khusus untuk anak sekolah ini adalah satu cara pembentukan karakter jujur sejak dini.

“Kantin kejujuran merupakan tantangan pembelajaran yang membutuhkan tata kelola, sehingga dapat membentuk peserta didik yang berkompeten secara akademik dan berkarakter wirausaha,” papar Jae.

Di SMPN 1 Singaparna, ujarnya, kantin kejujuran akan dimulai setelah semester dua di tahun ajaran 2015/2016. Perencanaannya sendiri dari jauh hari sudah disiapkan, termasuk penempatan kantinnya akan dibangun secara terbuka dan transparan.

Bangunan di SMPN 1 Singaparna terbagi dua lokasi, yaitu untuk kelas VIII dan IX yang digunakan oleh sekitar 700 siswa. Untuk sementara, penempatan kantin kejujuran akan didirikan di area tersebut. Selanjutnya, akan dikembangkan ke area kelas VII atau sering disebut kelas bawah yang ditempati oleh 424 siswa. initasik.com|ahmad

Komentari

komentar