Peristiwa

Mendikbud Minta Awasi Ramai-ramai Bantuan Renovasi Sekolah Pascagempa


initasik.com, peristiwa | Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, meminta pihak-pihak terkait untuk mengawasi penggunaan dana bantuan renovasi sekolah-sekolah yang rusak terkena gempa.

“Yang mengawasi tentu saja pemerintah daerah setempat. Kalau itu SD SMP ya wali kota bupati, kalau SMA atau SMK gubernur, kepala dinas, kemudian inspektorat, komite sendiri juga harus ikut mengawasi. Pokoknya diawasi ramai-ramai,” tutur Muhadjir di sela kunjungannya ke SMKN 3 Tasikmalaya, Kamis, 21 Desember 2017.

Ia menyebutkan, Kemendikbud akan memberikan bantuan kepada daerah-daerah yang sekolahnya rusak saat terjadi gempa pada Jumat (15/17) lalu. Tiap daerah besaran bantuannya berbeda-beda. Tergantung banyaknya ruangan yang rusak.

Untuk Kota Tasikmalaya, misalnya, akan ada bantuan sebesar Rp 3,2 miliar, karena jumlah kelas yang rusak terbilang sedikit. Beda dengan Kabupaten Garut yang bantuannya mencapai Rp 15 miliar. Sementara untuk Kabupaten Tasikmalaya belum ada besaran anggaran, karena laporannya belum masuk.

“Anggarannya kita serahkan langsung ke sekolah. Dikerjakan oleh komite dan masyarakat. Untuk konsultasi bangunan diserahkan kepada SMK yang punya jurusan bangunan. Kemendikbud juga akan menggandeng perguruan tinggi yang punya jurusan teknis sipil,” paparnya.

Menurutnya, bantuan tersebut akan diberikan pada pertengahan Januari 2018. Jika ternyata uangnya tidak cukup untuk memperbaiki kerusakan sekolah, ia meminta masyarakat untuk gotong royong. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?