Ekbis

Mendulang Rupiah dari Budidaya Udang Galah

initasik.com, ekbis | Udang galah bisa jadi kalah populer oleh lobster. Tapi siapa sangka. Bisnis budidaya udang galah ini ternyata menggiurkan. Di Kampung Sukahideung, Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, ada salah seorang peternak udang galah. Dia adalah Endang Firdaus.

Pria lulusan Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran itu membudidayakan udang galah sejak 1996. Menurutnya, beternak udang galah memiliki omzet yang fantastis. Itulah sebabnya sampai saat ini jenis usahanya itu masih ia tekuni.

Ia menyebutkan, udang galah miliknya biasa dipanen setiap 3 sampai 5 bulan sekali. “Tergantung mau ngambil ukuran berapa. Karena udang galah ini beratnya bisa mencapai 50 gram. Kalau membutuhkan udang dengan berat sekitar 20 gram, usia 3 bulan juga sudah bisa panen,” bebernya, Sabtu, 24 Maret 2018.

Satu kali panen, kolam seluas sekitar 1.400 m2 bisa menghasilkan puluhan kilogram udang galah. Sedangkan harga perkilonya, kini kisaran Rp 70 ribu sampai Rp 85 ribu.

Menurutnya, kualitas air yang baik dan jernih merupakan suatu hal yang sangat penting untuk pertumbuhan udang galah. Untuk itu, ia menyarankan agar menggunakan air yang sudah disaring dan disterilkan terlebih dahulu. Agar, saat udang dimasukan, kondisi air sudah sesuai dengan keadaan ideal tubuh udang.

Untuk pakan, ia pakai pelet. “Idealnya, makanan pelet diberikan setiap hari. Takarannya, maksimal 5 persen dari jumlah udang yang ada dalam kolam. Untuk kandungan pelet juga harus bagus.  Idealnya memiliki kandungan protein sebesar 25 persen,” terangnya.

Dari usaha berternak udang galah, ia bisa membuat rumah makan. Tempatnya dekat kolam udang agar konsumen bisa menangkap langsung udang segar sesuai dengan ukuran yang diinginkan. [Eri]