Jay | initasik.com
Sorot

Mengabadikan Kemacetan

initasik.com, sorot | Dadan Permana, warga Indihiang, dibuat kesal dengan kemacetan yang terjadi di jalur Taman Kota, Kota Tasikmalaya, Ahad, 21 Mei 2017. Ia yang sedang memburu waktu terjebak dalam antrean kendaraan di Jl. Pemuda.

Kendaraan-kendaraan dari arah Otto Iskandardinata mengular sampai area Masjid Agung. Selain karena ada car free day, untuk bisa masuk ke sana semua kendaraan mesti melalui satu jalur, tak terkecuali delman dan becak. “Kalau Ramadan nanti mungkin akan lebih macet dari sekarang,” ujarnya kesal.

Ia berharap, pemerintah mengaji ulang pengalihan jalur tersebut. Masyarakat dirugikan. Para pengguna jalan tidak nyaman. Kemacetan tidak bisa dihindari. “Sama sekali perubahan jalur ini tidak membuat lebih baik,” tandasnya.

Sejak awal, rekayasa lalu lintas di jalur taman kota menuai polemik. Alih-alih membuat nyaman, malah sering menyebabkan kemacetan. Para pengguna jalan meminta pemerintah segera mengembalikan jalur seperti sedia kala. Dari semua orang yang diwawancara initasik.com, jawabannya satu suara; kembalikan ke semula.

Anung, pengendara mobil pick up yang setiap harinya mengantarkan barang ke salah satu toko elektronik di Cihideung, mengutarakan kekesalannya. “Ini gara-gara pengalihan jalur, Kang. Tidak nyaman. Kita minta dibalikin seperti dulu,” tandasnya.

Novi, pengendara motor, mengeluhkan hal yang sama. “Macetnya sih gak terlalu lama, tapi tetap saja bikin kesal. Lebih enakan jalur yang dulu,” ucapnya.

Gustam, sopir angkot 02, juga menyayangkan kebijakan Pemkot Tasikmalaya yang merugikan masyarakat. Ia mengaku sering dibuat pusing dengan rekayasa lalu lintas itu. Sangat tidak nyaman. Harus berputar dan sering terjebak macet.

Para penarik becak pun kena dampaknya. Dodo, misalnya. Penarik becak yang biasa mangkal di dekat lampu stopan Masjid Agung itu mengaku penghasilannya jadi drastis setelah pengalihan jalur. “Dalam sehari paling hanya narik satu atau dua kali saja. Penumpang angkot yang dulu turun di sini, sekarang memilih turun di Hazet,” sesalnya.

Baca: Semua Pengguna Jalan Minta Jalur Taman Kota Dikembalikan ke Semula

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, tidak mau bicara banyak saat ditanya terkait rekayasa jalur itu. Malah ia berencara memermanenkan rekayasa tersebut. “Kalau nanti tidak ada masalah, akan dipermanenkan,” dalihnya.

Disampaikan soal kekhawatiran terjadinya kemacetan parah di saat ngabuburit nanti, Budi mengatakan, “Untuk mengantisipasi kemacetan di bulan Ramadan, akan memaksimalkan petugas lapangan, di antaranya Dishub dan kepolisian.”

Sementara dalam Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya No. 15 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Tasikmalaya, Pasal 33 ayat 1, dijelaskan, “Manajemen dan rekayasa lalu lintas dilaksanakan untuk mengoptimalkan penggunaan jaringan jalan dan gerakan lalu lintas dalam rangka menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan.” [Jay/Syaepul/Feri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?