Jay | initasik.com
Informasi

Mengabadikan Langit Cantik Kota Tasik

initasik.com, informasi | Ada yang terlihat beda di Taman Kota Tasikmalaya. Di area batu andesit tergantung ratusan payung geulis, kerajinan khas yang sudah menjadi bagian dari perjalanan sejarah Tasikmalaya.

Payung-payung cantik beragam warna yang menghiasi pandangan langit itu untuk menyambut Hari Jadi ke-16 Kota Tasikmalaya. Masyarakat terpikat. Merapat untuk mengabadikannya. Bukan hanya kaum hawa, para bapak juga tak mau ketinggalan. Turut swafoto.

Kepala Disbudparpora Kota Tasikmalaya, Undang Hendiana, menyebutkan, payung geulis yang akan dipasang dalam helaran Tasikmalaya October Festival(TOF), rangkaian peringatan Hari Jadi, totalnya ada 3.000 payung.

“Kalau yang di area batu andesit ini kurang dari seribu. Selebihnya akan dipasang di beberapa titik. Payung geulis harus diangkat lagi sebagai kekayaan kita, dan dikenal luas,” ujarnya di sela memantau area TOF, Kamis, 12 Oktober 2017.

Menurutnya, payung geulis yang menghiasi Taman Kota itu hanya untuk sementara. Beres acara dibongkar lagi. Ke depan, pihaknya ingin membuat yang permanen, sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

“Kota Tasik harus punya ikon yang menjadi ciri khas. Kalau payung mau dijadikan ikon, buat yang monumental. Yang spektakuler. Tapi tentu itu perlu anggaran yang lumayan besar,” tandasnya.

Indah Pratiwi, salah seorang warga yang sengaja datang ke Taman Kota untuk melihat hiasan payung, mengaku takjub dengan keindahannya. “Beda saja. Kemarin-kemarin, kan, tidak seperti ini. Sekarang terlihat bagus. Harapannya, sih, dibuat permanen,” paparnya.

Terpisah, Eri Aksa Heryadi, perajin payung geulis dari Sanggar Seni Kinanti, mengatakan, 3.000-an payung itu dibuatnya dalam 40 hari dengan melibatkan 15 orang perajin. Agar bertahan lama, payung-payung tersebut dibuat dari kain, bambu, kayu, lem dan lain-lain. [Jay]

Komentari

komentar