Sosial Politik

Mengapa Usungan Tiga Partai Politik kepada Budi Budiman Tidak Dilanjutkan?

 

Kota Tasik | Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat, dan Partai Bulan Bintang (PBB) adalah tiga dari enam partai politik yang mengantarkan Budi Budiman ke kursi wali Kota Tasikmalaya.

Dalam pilkada 2012, bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bintang Reformasi, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mereka memenangi pertarungan politik lima tahunan itu. Budi Budiman – Dede Sudrajat terpilih sebagai wali kota dan wakil wali Kota Tasikmalaya.

Kini, usungan terpecah. PKS dan Partai Demokrat merapat ke pasangan Dede Sudrajat – Asep Hidayat, bersama Gerindra dan PAN. Sedangkan PBB dan PDI Perjuangan mengusung Dicky Chandra – Denny Romdoni. Budi Budiman yang berpasangan dengan M. Yusuf disokong PPP, Golkar, PKB, dan Nasdem.

Lantas, mengapa PKS, Demokrat, dan PBB tidak melanjutkan usungan kepada Budi dalam pilkada serentak 2017? “Kami punya mekanisme partai yang harus dijalankan. Dari enam orang yang mengambil formulir pendaftaran ke PBB, hanya seorang yang mengembalikan, yaitu Dicky Chandra. Oleh DPP kami diamanahi untuk memperjuangkan calon hasil rekrutmen itu,” jawab Asep Deni Adnan Bumaeri, ketua DPC PBB Kota Tasikmalaya, Senin, 26 September 2016.

Menurut Asep, Dicky dinilai memenuhi syarat dan sejalan dalam visi-misi. Integritas dan wawasannya luas, sehingga layak diperjuangkan. “Di sisi lain, konstelasi politik berjalan sangat dinamis. Banyak hal yang harus kami pertimbangkan,” ujarnya.

Terpisah, politisi PKS, Heri Ahmadi, mengutarakan alasannya kenapa tidak lagi mengusung Budi Budiman. Menurutnya, ada komunikasi politik yang tidak jalan antara Budi dengan partainya.

“Banyak janji perubahan yang terkandung dalam visi-misi tidak terrealisasikan. Perubahan itu bukan hanya membangun jalan. Sisi moralitas banyak dilupakan. Kemaksiatan masih marak. Penurunan kemiskinan pun tidak sebanding dengan dana yang diturunkan dari pusat dan provinsi. Seharusnya dana yang begitu banyak bisa menurunkan angka kemiskinan secara signifikan,” tuturnya.

Ia menegaskan, banyak alasan yang menyebabkan PKS tidak lagi memperjuangkan Budi untuk kembali jadi wali kota. “Intinya kami tidak puas dengan kinerja Budi. Bukan hanya PKS. Partai lain pun lari dari Budi. Itu jadi indikatornya,” imbuh Heri.

Hal senada disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tasikmalaya, Wahyu Sumawidjaja. “Kami sangat kecewa. Dia (Budi) suka ingkar janji. Kau yang berjanji, kau yang mengingkari. Kita tidak ingin kecewa dua kali. Itu prinsipnya,” tandasnya. initasik.com|shan

 

Komentari

komentar