Peristiwa

Mengemis Dua Jam Dapat Rp 200 Ribu

Kota Tasik | Perayaan malam takbiran di Jl. KH. Zainal Musthafa tampak lengang, Minggu (27/7). Kondisinya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. “Wah, jauh atuh dibanding tahun kemarin mah,” sesal Aa Rohman (58), pedagang kembang api yang mangkal di sisi kiri jalan Hazet, Kota Tasikmalaya.

Lantaran sepi, kata Aa, dagangannya pun tidak laku. Padahal, jika dibanding tahun kemarin, barang yang dijajakannya nyaris habis terjual sebelum pukul sembilan malam. “Ini mah setengahnya juga belum terjual. Ya kalau tidak habis paling disimpan buat tahun baruan,” ucapnya.

Lain Aa, lain Maesaroh. Warga Pagendingan, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, itu memanfaatkan malam takbiran dengan mengemis. Berbekal gayung merah, ia dan suaminya, Aja, meminta belas kasihan masyarakat. Kendati baru dua jam mengemis, ia mengaku sudah dapat Rp 200 ribu. “Alhamdulillah, aya kanggo tuang wae mah (Alhamdulillah, ada buat makan),” ujarnya sembari menyodorkan gayung kepada orang yang lewat di depannya.

Berdasarkan hitungan initasik.com, mulai tugu Adipura sampai belokan Pataruman, ada lebih dari sepuluh pengemis yang meminta belas kasihan di malam takbiran. Mereka berbaur dengan macam-macam pedagang kaki lima yang tengah mencari untung. initasik.com|ashani

Komentari

komentar