Peristiwa

Mengenang Pak Bubun

Kota Tasik | Nama Drs. H. Bubun Bunyamin tidak bisa dipisahkan dengan perjalanan Kota Tasikmalaya. Banyak pondasi pembangunan kota ini yang dirintis di masa kepemimpinannya. Jalan Mangkubumi-Indihiang, misalnya. Atau Jl. Lingkar Utara yang dari samping Lanud Wiriadinata tembus ke Karang Resik.

Kini, pemimpin visioner nan kharismatik itu telah meninggal dunia. Pria kelahiran Tasikmalaya, 17 Februari 1946 itu menghembuskan nafas terakhirnya di kediamannya, Jl. Sukanegara No 72, Antapani, Bandung, Kamis 27 Agustus 2015.

“Di Bandung itu baru satu mingguan sebelum lebaran. Sebelumnya tinggal di Tasik. Aktifitas sehari-harinya, ya mengasuh cucu-cucunya. Paling lari pagi keliling kompleks. Sebulan terakhir, beliau rajinnya minta ampun. Mendatangi setiap undangan,” terang Delli Aryadi, istri dari Rika Yulia, anak ketiga Pak Bubun yang tinggal di Jl. Cendrawasih No. 11, Kelurahan Lengkongsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Ia menjelaskan, sebelum meninggal beliau dalam keadaan sehat sehat. Hanya sakit biasa. Waktu itu sedang tiduran. Lalu terbangun untuk ke kamar mandi. Namun, mendadak kesakitan. “Waktu itu katanya terasa sesak. Mendadak. Tidak sakit dulu. Meninggalnya di rumah. Bukan di rumah sakit,” ungkapnya.

Sejak mengenal mertuanya, Delli mengaku belum pernah melihat marah. Beliau tidak suka membawa urusan kantor ke rumah. Tidak usil pada pejabat birokrat lain. Salah satu keinginannya yang belum kesampaian adalah lari pagi di Alun-alun Bandung.

Delli menyebutkan, dari pernikahannya dengan Hj F. Sofiah lahir empat orang anak: Santi, Widia, Rika Yulia, dan Gilang, serta punya sepuluh cucu. Kini, Pak Bubun sudah berbaring di peristirahatan terakhirnya, di permakaman di Kampung Nagrak, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengungkapkan, selama Pak Bubun mengabdikan dirinya untuk Kota Tasikmalaya banyak hal yang bermanfaat dan bisa dirasakan. Orangnya bersahaja, santun, dan dekat dengan masyarakat.

“Beliau seorang pemimpin yang kharismatik. Santun, punya dedikasi yang tinggi. Kita merasa kehilangan. Saya tahu dia, orangnya supel dan menyenangkan. Saya sempat dekat denganya,” ujar Budi di sela pemakaman.

Senada, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dede Sudrajat, menerangkan, Pak Bubun adalah sosok yang baik, bijak, dan santun. Mengayomi, seperti orangtua.

Pada 14 November 2002, Bubun Bunyamin dan Syarif Hidayat dilantik sebagai wali kota dan wakil wali Kota Tasikmalaya periode 2002 s.d. 2007. Dalam pemilu 2007, Bubun maju dalam bursa pemilihan bersama Noves Narayana. Pasangan ini  kandas. Syarif Hidayat-Dede Sudrajat terpilih sebagai wali kota dan wakil wali  Kota Tasikmalaya. initasik.com|asm

Komentari

komentar