Peristiwa

Mengganggu, Warga Desak TPA Cinangsih Ditutup

Kabupaten Tasik | Warga Desa Cinangsih, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, mendesak agar pemerintah segera menutup tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di kampung itu. Jika tidak, mereka mengancam akan merusak mobil sampah yang merapat ke TPA.

Selain itu, warga pun berniat akan membuang sampah ke kantor dinas terkait. Mereka mengaku, sejak ada TPA sudah memendam kekesalan, karena lingkungan jadi tidak nyaman dan terjadi pencemaran udara. Polusi.

Puncaknya, dalam sepekan terakhir ini tumpukan sampah di TPA terbakar. Entah disengaja atau tidak. Yang jelas, asap dari pembakaran itu sangat mengganggu warga. Meski dinas terkait sudah mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran, namun kepulan asap dan rambatan api kecil masih ada.

“Pokoknya setelah kasus kebakaran itu kami semua sepakat untuk menutup TPA. Dampaknya bisa bapak lihat, kan? Polusi udara dan bau. Kami sudah terlalu lama bersabar, Pak. Kalau besok masih ada mobil sampah ke TPA, kami sepakat akan merusaknya dan membuang sampah di kantor Tarkim,” tutur Jajang, salah seorang warga, disela demo di sekitar TPA, Selasa, 29 September, 2015.

Sendana dengan warga,  Kepala Desa Cinangsih, Odong, berharap agar Pemkab segera memindahkan TPA, karena jika dibiarkan bisa menimbulkan hal yang tidak diinginkan. “Kami sudah minta agar dinas terkait segera memindahkannya. Jangan sampai nanti warga bertindak lebih jauh,” tandasnya.

Menangapi hal itu, Kepala UPT Kebersihan Kustadi Ali Ghofur menjelaskan, wacana pemindahan TPA sudah ada sejak 2012. Namun pemkab belum siap dengan anggaran untuk pembebasan lahan. Tapi tahun ini pemerintah sudah mendapatkan lahan seluas kurang lebih tujuh hektar di Desa Nangka Leah, Kecamatan Mangunreja. “Itu sudah mulai beroperasi. Sementara untuk penutupan TPA Cinangsih kami akan koordinasikan dengan SKPD terkait,” jelas Ali. initasik.com|dzm

Komentari

komentar