Peristiwa

Menggantung Sembuh di Aula Kelurahan

Kota Tasik | Arip Samsul Aripin, siswa kelas enam SDN 2 Cigantang, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, sedikitpun tidak pernah menyangka kalau jajanan kesukaannya yang ia beli di sekolah akan membawanya ke puskesmas. Ia dan 16 anak lainnya terpaksa dirawat di aula Kelurahan Cigantang, Kamis, 5 Februari 2015.

Mereka dirawat di atas lantai beralaskan karpet. Cairan ringer laktat menetes perlahan, lalu menyusup ke dalam tubuh. Infusan itu digantung menggunakan rafia yang diikatkan pada bentangan tali jemuran. Ada 17 infusan yang digantung tak beraturan.

“Sampai hari ini, total ada 117 anak yang keracunan. Di sini (Puskesmas) ada enam orang, di aula 17 orang, dan yang sudah pulang 88 orang. Ada juga yang dirawat di rumah sakit sebanyak enam orang,” sebut Kepala Pustu Cigantang, Arif Prianto, usai mendampingi Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, yang menjenguk para pasien, tadi siang.

Menurutnya, rata-rata tiap pasien sudah menghabiskan dua kantong infusan. Mereka yang sudah bisa kencing, bising ususnya normal, dan keadaan umumnya sudah bagus, dibolehkan pulang. “Ada dua dokter yang merawat pasien dibantu tenaga medis lain. Untuk memastikan penyebab keracunan, tim sudah mengambil sampel muntahan dan feses pasien,” tandas Arif.

Sementara itu, Budi mengatakan, pemerintah akan menanggung semua biaya pengobatan yang ditimbulkan dari kasus tersebut. “Kejadian ini harus jadi perhatian kita. Bagaimana menyikapi langkah berikutnya supaya tidak terulang kembali. Para pedagang harus terus dibina. Di sekolah pun harus ada kantin sehat,” imbuhnya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar