Peristiwa

Menjadi Guru PAUD Memahami Sifat Anak

Kota Tasik | Bukanlah hal mudah mendidik anak-anak di bawah umur lima tahun. Dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan ketika mengajar. Guru harus memberikan perhatian dan kepedulian yang lebih.

“Fokus mengajarkan anak dalam hal melakukan perbuatan dan perilaku yang baik itu seperti apa. Jadi, yang ditekankan itu ahlaknya, karakternya, bukan lebih ke pengetahuan. Soalnya kan pengetahuan itu ngikutin,” tutur Ai Musbihah, 51 tahun, pengelola PAUD Kober Al-Inaayah, saat di temui di kantornya, Ciwaas Peuntas, Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, anak-anak PAUD harus banyak diberi contoh ketimbang disuruh. Belajar sambil bermain. Memberikan kebebasan kepada anak untuk menentukan pembelajaran. Namun, harus mengarahkannya ke dalam dunia pendidikan. Setiap hal digiring agar berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Seperti ketika bermain, anak disuruh mengambil bola yang berwarna merah. Jadi, dia anak bisa mengetahui warna-warna.

Karenanya, yang mengajar di sekolahnya satu guru lima siswa. Ditekankan perhatian dan kepedulian. Bukan capaian pelajaran. Kalaupun ada belajar menulis dan membaca, itu sifatnya bukan paksaan. “Apabila ada anak rewel, harus diberikan perhatian dan hadiah bilamana bagi anak yang baik. Jadi initinya harus diberikan perhatian lebih. Soalnya kan anak sepantar ini, ada yang diam saja ada juga yang ingin main saja. Nah di sana kita harus bisa memahami sifat anak-anak. Makanya harus terus dikembangkan pengetahuan seorang guru,” ujarnya.

Di sekolahnya, sambung dia, banyak mengajarkan arti kehidupan. Terlebih dituntun utuk sabar dan ikhlas. Soalnya, tidak menutup kemungkinan anak yang datang hanya untuk bermain, sehingga sebagai guru tugasnya bukan untuk mengajarkan anak agar bisa melakukan sesuatu, melainkan memberitahukan anak agar bisa berbuat sesuatu dengan baik.

“Bukan dituntut untuk bisa. Dituntut untuk tahu dulu saja. Soalnya kalau dipaksakan nanti anak-anak akan merasa jenuh. Kita harus berpikir bagaimana membuat segala sesutau itu tidak membuat jenuh anak-anak. Membuat asyik anak-anak. Berusaha untuk mengerti dan memahami diri anak-anak, itu paling utama,” ungkapnya. initasik.com|syamil

Komentari

komentar