Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, dr. Ratih Tedja Sukmara
Birokrasi

Menjaga Kesehatan para Lansia

initasik.com, birokrasi | Usia harapan hidup di Kabupaten Tasikmalaya terus meningkat. Demikian disampaikan Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan dan Pengedalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, dr. Ratih Tedja Sukmara.

Menurutnya, saat ini, usia harapan hidup di Indonesia, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya, telah mencapai angka 71 tahun. Itu merupakan pertanda bahwa kualitas kesehatan di Kabupaten Tasikmalaya sudah membaik.

Namun, di sisi lain, seiring meningkatnya usia harapan hidup akan meningkat pula risiko tumbuhnya penyakit terhadap para lansia. Maka dari itu, Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya terus-menerus berupaya memberikan pelayanan lebih terhadap para lansia.

Salah satu upaya yang ditempuh adalah  melakukan pelatihan secara berkala terhadap para kader puskesmas yang tergabung dalam pengelola program lansia di Kabupaten Tasikmalaya. “Para lansia merupakan kelompok prioritas. Jumlahnya saat ini di Indonesia sudah lebih dari 7 persen sejak tahun 2008. Itu menandakan usia harapan meningkat. Usia harapan meningkat sampai 71 tahun, di sisi lain merupakan tantangan kalau penyakitnya berat bisa menghabiskan biayanya yang sangat mahal. Makanya, tindakan pencegahan lebih baik dari pada promotif,” tutur perempuan yang akrab disapa Bunda Ratih itu.

Ia menambahkan, tindakan prefentif yang dilakukan dalam menjaga kesehatan para lansia di Kabupaten Tasikmalaya adalah dengan cara memberikan pelayanan rutin dalam Posyandu Lansia atau biasa disebut Posbindu lansia.

Di sana, para lansia dibina untuk senantiasa melakukan berbagai macam kegiatan yang menyehatkan. Salah satunya rutin melakukan senam sehat. Selain itu, di Posbindu lansia juga mereka bisa melakukan pengetesan gejala penyakit secara berkala, seperti cek kolesterol, cek asam urat, sampai cek gula darah dan tekanan darah.

Ditanya soal upaya dinas dalam memprioritaskan para lansia saat terkena penyakit, Ratih menyebutkan, pihaknya juga saat ini sudah menyediakan Puskesmas Ramah Lansia. Di sana, para lansia diprioritaskan dalam hal pelayanannya.

“Sekarang ada 16 puskesmas. Jadi di sana para lansia itu diutamakan. Bahkan mereka ketika berobat tidak boleh antre. Ada jalur khusus. Ruang pemeriksaanyapun khusus. Di dalamnya ada WC khusus yang ramah bagi para lansia,” paparnya. ***