Peristiwa

Menteri PAN-RB: Pelayanan Publik di Tasikmalaya Belum Memuaskan

Kabupaten Tasik | Pelayanan publik di kota dan Kabupaten Tasikmalaya belum memuaskan. Masih banyak masyarakat yang mengeluhkan lambat dan berbelitnya pelayanan birokrasi di kedua pemerintahan daerah tersebut. Pemerintah pusat mengancam penundaan atau penahanan pemberian Dana Alokasi Khusus.

“Parameternya apa? Indeks pelayanan publik. Tanya saja kepada masyarkat, di antara sepuluh orang, berapa orang yang puas mengurus KTP, mengurus BPJS, dan lainnya. Mau kawin saja ke KUA, lieur nya? Apalagi pengusaha, harus ada izin ini dan itu, waktunya juga tidak jelas,” tutur Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Yuddy Chrisnandi, usai bersilaturahmi dengan sesepuh Ponpes Suryalaya, Kamis, 3 September 2015.

Menurutnya, ada banyak hal yang menyebabkan hal itu, seperti kualitas sumber daya manusia, mentalitas aparatur yang jelek, budaya kerja, dan minimnya keteladanan dari pemimpinnya. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Yuddy mengaku, pihaknya menurunkan deputi pengawasan dan reformasi birokrasi dari pusat yang dibantu para inspesktorat. “Kami meminta kepada semua aparatur untuk melaksanakan tugas dengan baik, karena semuanya di dalam pengawasan, penilaian, dan pembinaan,” tandasnya.

Ia menegaskan, untuk instansi-instansi atau pemerintah daerah yang pelayanan publiknya buruk dan tingkat disiplinnya rendah, maka pemerintah akan menggunakan instrument pusat, yaitu penundaan atau penahanan pemberian Dana Alokasi Khusus, penganggaran, dan fasilitas crash program pembangunan lainnya, karena aparaturnya tidak melakukan tugasnya dengan baik. Tapi bila sebaliknya, pemerintah akan mendukung program-program di daerah.

“Oleh karena itu, harus ada perubahan cara berpikir dan cara bertindak untuk lebih peduli kepada masyarakat. Tugas birokrat adalah untuk melayani rakyat dengan penuh keikhlasan. Menjadi aparatur pemerintah adalah pelayan rakyat. Saya yakin itu bisa diperbaiki apabila kita mau memperbaiki diri,” tandasnya. initasik.com|sep

Komentari

komentar