Edukasi

Menulislah, Lupakan Dulu Teori

Kota Tasik | Baru saja menulis dua paragraf, jari sudah berhenti menari di atas papan ketik. Bingung harus mengetik apa lagi. Lama berdiam diri, terjebak dalam kebuntuan ide. Menguras gagas, menggali materi, mencari kata-kata yang tersembunyi entah di mana.

“Tulis saja dulu. Tuangkan semua yang ada dalam pikiran,” saran Bode Riswandi, penyair yang juga dosen Sastra Indonesia di Universitas Negeri Siliwangi saat berbincang dengan initasik.com, di Gedung Kesenian Tasikmalaya, Sabtu, 19 Desember 2015.

Menurut dia, dari empat keterampilan berbahasa, menulis merupakan yang paling sering dikeluhkan sulit. Beda halnya dengan mendengar, membaca, atau berbicara. “Kalau mau menulis kreatif, bagi saya lupakan teori. Teori itu muncul belakangan ketika tulisan kita sudah jadi. Nanti ada tahap editing dan yang lainnya. Ketika mau menulis, tulislah apa yang ada dalam pikiran kita,” tuturnya.

Ia mengakui, menulis merupakan hal yang sulit, namun tidak mustahil dilakukan. Semua orang bia menulis dengan baik asal punya keinginan kuat yang ditunjang kerja keras. Soal bakat, itu nomor sekian. Pengaruhnya hanya nol sekian persen. Selebihnya belajar tanpa henti dan sering berinteraksi dengan orang-orang yang suka menulis.

“Kalau mau bisa menulis, mau tidak mau kita harus berada dalam lingkungan yang juga senang menulis. Harus ada iklim diskusi dengan bergabung bersama orang-orang yang sedang belajar menulis. Bertukar karya dan saling koreksi itu sangat penting. Harus ada iklim diskusi,” tandas peraih Anugerah Peduli Pendidikan dari Kemendikbud, 2014, itu.

Selain itu, sambungnya, hal yang paling penting dilakukan adalah membaca. Itu syarat utama. Dengan membaca, wawasan akan bertambah luas, sekaligus mempelajari bagaimana cara orang-orang kreatif menuangkan ide ke dalam tulisan.

Bagaimana dengan bakat? “Saya tidak terlalu percaya dengan bakat. Keinginan dan kerja keras adalah yang paling penting. Saya sendiri tidak lahir dari keluarga penulis, tapi karena teman-teman pergaulan suka menulis jadinya kepincut jadi menulis,” pungkasnya. initasik.com|shan

Komentari

komentar