Edukasi

Menyuntik Gairah Menulis Anak SMA

Kota Tasik | Di tengah menggilanya gaya hidup hedon, ternyata masih banyak anak sekolah menengah atas (SMA) yang gemar menulis. Mereka mampu menuangkan ide melalui huruf dan merangkaikannya sehingga menjadi karya tulis yang menarik.

Itu terlihat dari banyaknya pelajar SMA kota dan Kabupaten Tasikmalaya yang mengikuti lomba menulis dongeng “Sasakala Tempat” yang diadakan Beranda 57. “Karena persyaratannya cukup berat, saya pikir pesertanya paling puluhan orang. Lima belas orang atau dua puluh,” ucap pendiri Beranda 57, Bode Riswandi, Sabtu, 19 Desember 2015.

Di luar dugaan, ternyata yang daftar sampai 103 orang, bahkan lebih. Kendati batas waktu sudah habis, masih ada pelajar yang mengirimkan naskah dongengnya. “Lomba menulis dongeng ini didasari karena belum ada buku dongeng yang mengangkat cerita-cerita yang digali dari daerah-daerah di Tasikmalaya, baik kota atu kabupaten. Kalau cerita tentang Timun Mas atau Situ Bagendit sudah banyak di toko buku,” tuturnya.

Dengan banyaknya peserta yang mengikuti lomba itu, ia meyakini, iklim menulis para siswa itu sudah ada. “Persoalannya adalah bagaimana cara memicu mereka agar mau menulis? Harus ada yang menyuntik gairah menulis mereka. Kalau mereka digerakkan, ternyata bisa. Ini harus direspons oleh Dinas Pendidikan, karena ternyata para siswa punya minat menulis yang tinggi,” tandasnya.

Dari 103 naskah itu, kata Bode, telah dipilih 20 dongeng terbaik berdasarkan penilaian dewan juri: Nazarudin Azhar dan Bode Riswandi. Di antaranya dongeng Sasakala Kampung Rancah Kuya (Shifa Nurul Aulya), Dongen Situ Sanghyang (Akmal Hanapi), Legenda Nama Kampung Ciawi (Desi Nur’aeni), Cerita Hollanda dan Saudara Tua di Tasikmalaya (Dhika Rahayu Oktaviani), Legenda Lima Tempat di Karangnunggal ( Dienda Antika Sundha), dan lainnya.

Ke-20 dongeng itu rencananya akan dibukukan, dan ditulis dalam tiga bahasa, yaitu Sunda, Indonesia, dan Inggris. “Buku itu akan diluncurkan pada 27 Desember nanti di Gedung Kesenian Tasikmalaya, sekaligus pemberian penghargaan kepada para penulis dongeng terbaik,” ujarnya seraya menambahkan, buku itu akan dicetak sebanyak 3.000 eksemplar dan dibagikan gratis ke sekolah-sekolah. initasik.com|shan

Komentari

komentar