Etalase

Merawat Kepercayaan, Ornamen Outdoor Equipment Beromzet Puluhan Juta Rupiah

initasik.com, etalase | Uang bukan satu-satunya syarat untuk membuka usaha. Ada yang tak kalah pentingnya, yaitu kepercayaan. Hal itu dirasakan Rudiyana ketika membuka toko jual dan rental peralatan kamping.

Saat memulai usaha, ia hanya memiliki satu dua barang. Seiring berlalu waktu, yang awalnya berjualan di rumah dan mengandalkan konsumen lewat online, sekarang memiliki toko sendiri. Pangsa pasarnya pun sudah meluas. Bukan hanya teman satu hobinya, tapi juga orang-orang yang tidak mengenalnya.

“Paling penting kejujuran terhadap diri sendiri, sama rekan bisnis bisnis, dan sama pelanggan. Ini saya kan bermodalkan kepercayaan orang lain. Saya yakin kepercayaan itu modal utama. Untuk yang lainnya berkaitan dengan pengetahuan dan wawasan sambil berjalan. Terus belajar,” kata Rudi, pemilik toko ornamen outdoor equipment, Jl. Mayor SL Tobing No. 5, samping lampu stopan Padayungan.

Dia menceritakan, semua itu berawal dari kesenangan mendaki gunung. Namun, ketika mencari perlengkapan untuk mendaki di Tasikmalaya terbilang sulit, harus ke Bandung dan daerah lainnya. Dari sana timbul keinginan untuk membuka usaha perlengkapan outdoor.

Sambil mendaki gunung, mencari tahu terkait tempat-tempat yang menjual alat perlengkapan kamping. “Awalnya dari hobi, terus coba beli beberapa barang. Saya masih ingat, waktu itu masih sekolah SMA. Barang yang dijual pun hanya kebutuhan sehari-hari, tidak seperti sekarang ada tas, sepatu dan lain-lain. Cimolan. Belum jaman online, masih mengandalkan teman yang satu hobi,” ujar warga Babakan Muncang, Kelurahan Kersamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya itu.

Menurutnya, peminat barang-barang outdoor berbeda dengan dulu hanya pegiat alam saja, sekarang masyarakat umum pun mulai menggunakan. Sudah menjadi pakaian sehari-hari. Menjadi life style.

“Jangan pernah mengecewakan pelanggan. Pelayanan harus bagus. Intinya harus mudah bergaul dengan orang lain. Omzet, waktu berjualan di rumah sekitar Rp 30 jutaan. Sekarang belum terlihat. Ini baru buka,” terang suami Lisda Kusmawati itu.

Kualitas barang menjadi yang utama. Barang yang dijualnya bukan dengan membeli lewat online, tapi langsung ke tokonya, kecuali kalau sudah dikunjungi tempat berjualannya. Dengan begitu bisa menghindari risiko kecelakaan dalam berjualan.

“Saya pernah ke Jakarta sambil memikul tenda, cari tempat berjualan barang yang murah tapi kualitasnya bagus. Baru setelahnya tahu memberanikan diri membeli lewat online. Tinggal pesan saja. Dalam berwirausaha kerja keras itu sangat perlu,” tutur ayah satu anak itu. [Syaepul]