Keluarga

Mereka Adalah Ibu yang Dilupakan Anak-anaknya

Kabupaten Tasik | Erin, 55 tahun, raut mukanya sontak sumringah. Warga Ciamis itu seperti mendapatkan perasaan bahagia yang muncul tanpa diduga. Saat ditanya kenapa dirinya tampak senang, ia menjawab dengan suara terbata-bata, “Asa kadongkapan pun anak ninggal bapak ka dieu teh.”

Ia mengaku senang, sekaligus sedih saat initasik.com menghampiri dan berbincang dengannya, Selasa, 22 Desember 2015. Senang lantaran masih ada orang lain yang peduli kepadanya, tapi juga sedih karena anak-anak dan keluarganya melupakan dirinya begitu saja.

Sudah tiga tahun tinggal di Panti Jompo Welas Asih, di Kampung Pengkolan 05/01, Desa Cikadongdong, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Erin mengaku sekalipun belum pernah dijenguk keluarganya.

Ia tidak sendiri. Di panti Jompo itu ada sekitar 55 ibu yang bernasib sama. Neni, misalnya. Warga Sukabumi itu sudah sembilan bulan jadi penghuni panti. Ia dititipan saudaranya di sana, dan keempat anaknya menjauhi Neni tanpa alasan yang jelas.

Eka Sukmawati, pengelola Panti Jompo Welas Asih, mengatakan, hampir semua penghuni sudah tidak pernah dijenguk keluarganya. Bahkan, sebagian tidak diketahui asal-usulnya dengan jelas, karena merupakan titipan dari instansi pemerintah. “Saya sudah mengangap mereka sebagai ibu sendiri. Umumnya mereka sudah tidak dipedulikan lagi oleh keluarga maupun anak-anaknya,” ujarnya.

Setiap hari, dibantu perawat, Eka mesti telaten merawat mereka, mulai memandikan sampai menceboki. Kebanyakan dari mereka sudah tak bisa merawat diri sendiri. Tak sedikit yang kencing dan buang air besar di atas kasur.

Rutinitas itu, aku Eka, sudah dilakoninya sejak puluhan tahun. Lebih dari 15 tahun. Menurutnya, yang mesti dikedepankan dalam mengurus mereka adalah sabar dan ikhlas. Dua kunci itulah yang membuat Eka dan rekan-rekannya bertahan di panti yang didirikan pada 1997 itu. initasik.com|dzm

Komentari

komentar