Birokrasi

Meretas Mimpi Pemkot Tasik Terapkan “Smart City”

initasik.com, birokrasi | Pemkot Tasikmalaya berkomitmen membangun smart city, meski itu bukan perkara yang bisa diwujudkan dalam sekejap mata. Ada banyak hal yang harus disiapkan, seperti infrastruktur dan sumber daya manusia, termasuk dukungan anggaran.

Plt Dinas Kominfo Kota Tasikmalaya, Aay Z Dahlan, menjelaskan, dalam lima tahun ke depan pijakan dalam menerapkan smart city lebih jelas ketimbang sebelumnya. “Sekarang tahapannya sudah jelas. Kita bergerak dengan sumber daya yang ada. Konten yang diinginkan harus bisa dijalankan dengan infrastruktur yang sudah tersedia. Dalam lima tahun ke depan, percepatannya akan kelihatan,” tuturnya kepada wartawan, Kamis, 26 Oktober 2017.

Ia menerangkan, sederhananya smart city adalah memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi komunikasi. Dalam praktiknya, bukan hanya antara pemerintah dengan masyarakat, tapi juga di internal pemerintahan.

Ke depan, antara sesama pegawai pemerintah harus bisa menjalin komunikasi virtual sebagaimana semangat e-government yang tengah digadang-gadang, seperti e-planning, e-budgeting dan lain-lain. Akhir tahun ini Kominfo akan meluncurkan alamat surat elektronik khusus untuk PNS.

“Kita menginginkan ada pengelolaan data dan informasi. Servernya ada di Kominfo. Sekarang ini antara OPD belum terhubung dengan menggunakan teknologi termutakhir. Komunikasi dengan kecamatan atau kelurahan baru menggunakan radiolink,” papar Aay.

Idealnya, sambung pria yang juga menjabat kepala Dinas Perhubungan itu, Pemkot Tasikmalaya punya fiber optik sendiri dan infrastruktur lainnya untuk menunjang percepatan smart city. Sekarang, arahnya sudah menuju ke sana.

“Kita menginginkan seperti di Bekasi. Di sana, karena kompleks perkantorannya baru, antara satu kantor dengan kantor yang lain sudah menggunakan fiber optik. Konektivitasnya sudah terbangun. Kita ingin begitu. Infrastrukturnya memang harus kuat. Di kita sedang merencanakan infrastruktur pita lebar. Diharapkan, satu tempat dengan tempat yang lain sudah terhubung dengan layanan pita lebar,” bebernya.

Terkait pelayanan kepada masyarakat, Aay menjelaskan, ada banyak hal yang ingin dimaksimalkan dengan smart city. Di bidang transportasi misalnya, ia berharap, kelak masyarakat bisa dengan mudah mengakses informasi seputar jalur angkutan kota.

ATCS alias Area Traffic Control System yang sudah ada juga bisa dimaksimalkan. Atau di bidang kesehatan, nanti masyarakat harus bisa mengetahui ada tidaknya ruang rawat yang kosong di RSUD dr. Soekardjo.

Smart City bukan hal yang mustahil kita terapkan. Itu sebuah keniscayaan di tengah kemajuan teknologi komunikasi informasi. Nanti kita akan membentuk dewan smart city. Memang harus ada komitmen bersama untuk membangun smart city. Kita bergerak dengan kemampuan yang ada dulu,” tandasnya. [Jay]