Basuki Rahmat foto bersama pemain Persitas | Ist
Olahraga

Meretas Prestasi Persitas di Tengah Anggaran Terbatas

initasik.com, olahraga | Persitas, Kabupaten Tasikmalaya, mengawali laga perdana dalam Liga 3 Zona Jawa Barat melawan Persigar Garut, di Lapangan Merdeka (Kerkof), Kabupaten Garut, Kamis, 10 Agustus 2017, kemarin. Hasilnya seri; 0-0.

Pelatih Persitas, Muhamad Jaelani Saputra, mengatakan lumayan puas dengan hasil tersebut. Ia mengaku semakin optimistis untuk bisa lolos di zona Jawa Barat. “Ternyata di Kabupaten Tasik banyak pemain sepakbola yang potensial. Kita bisa mengimbangi Persigar yang notabene pemain-pemainnya banyak yang bukan asli dari Garut,” ujarnya.

Tidak demikian dengan Persitas. Ia menyebutkan, klub yang dijuluki Laskar Galunggung itu pemainnya banyak merupakan putra daerah. Mereka merupakan hasil seleksi dari tiap kecamatan.

Kecintaan pada daerah tertanam kuat di hati para pemain, sehingga punya semangat lebih untuk mengharumkan Kabupaten Tasikmalaya melalui Persitas. “Target kita lolos di zona Jawa Barat ini dulu,” ujar pria yang akrab disapa Bang Jae itu.

Dalam Liga 3 Zona Jawa Barat, Persitas berada di grub B. Satu grup bersama Persigar, Persikotas, Perses SMD, Mandala, dan Putra Jaya FC. Jika lolos di zona ini, Persitas bakal tanding di zona pulau Jawa bergabung dengan klub lain dari Jakarta, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Peluang menang di zona Jawa Barat ini insya Allah besar. Prestasi kita sebelumnya sudah bagus. Kita optimistis bisa lolos zona Jawa Barat, kemudian masuk zona Pulau Jawa,” yakinnya.

Ia mencontohkan, dalam laga 209, saat masih divisi, Persitas zona Jawa dan main di Madiun. Begitupun saat Liga Nusantara, 2014, jadi runner up di zona Jawa Barat dan lolos ke zona Jawa hingga menduduki peringkat 24 nasional. “Dalam Jala Pasundan (2014) juga kita runner up, padahal lawan-lawannya bagus. Bagi saya, di sepakbola itu semua istimewa, tapi tidak ada yang luar biasa,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Persitas, Dr. Basuki Rahmat, mengatakan, di tengah dukungan anggaran yang terbatas, Persitas berusaha untuk mencetak pretasi gemilang. Menurutnya, saat ini bantuan dari Pemkab Tasikmalaya kurang dari Rp 500 ribu. Idealnya pemerintah menyediakan anggaran minimal Rp 5 miliar. Itu untuk mengikuti kompetisi dan pembinaan, mulai rekrut pemain, latihan, sampai mengikuti kompetisi.

“Butuh keberpihakan pemerintah. Ujung-ujungnya kita butuh keberpihakan pemerintah. Keluarkan APBD yang memadai untuk pembangunan infrastruktur olahraga dan biaya kompetisinya,” tandas Basuki.

Menurutnya, jika memang pemerintah daerah punya keberpihakan pada perkembangan sepakbola, dukungan anggaran yang memadai mutlak dikeluarkan. Selain itu, gelar kompetisi rutin di setiap kecamatan.

“Prestasi itu tidak bisa didapat dengan instan. Perlu proses melalui pembinaan dan kompetisi. Sekarang, bagaimana kita bisa menyaring sumber daya yang punya kemampuan bagus kalau tidak ada kompetisi yang rutin diselenggarakan? Kompetisi di tiap kecamatan itu tidak sulit Tinggal ada kemauan dari pemerintah daerah. Buat kebijakan yang berpihak,” paparnya. [Jay]