Suasana di area kedatangan Terminal Indihiang, Selasa, 27 Juni 2017 | Jay/initasik.com
Peristiwa

Meski Lebaran, Pedagang di Terminal Indihiang Cuma Dapat Rp 15 Ribu Sehari

initasik.com, peristiwa | Meski masih di suasana Hari Raya Idul Fitri, Terminal Indihiang, Kota Tasikmalaya, sepi. Tidak banyak orang yang lalu-lalang. Apalagi di titik area kedatangan. Hanya ada pedagang dan petugas keamanan. Tak jauh beda dengan hari-hari biasa.

“Sepi pisan,” ujar Wawan Kuswandi, penjaga kios payung di area kedatangan, Selasa, 27 Juni 2017. Dalam sehari, ia mengaku pendapatannya rata-rata Rp 15 ribu. Hanya dapat Rp 10 ribu juga pernah. “Saya bantu ibu jaga kios ini,” tambahnya.

Lilis Endangsari, penjaga kios payung di area pemberangkatan, mengatakan hal serupa. Malah ia menyebutkan, kondisinya lebih parah dibanding tahun kemarin. “Bukan tambah maju. Penyebabnya apa lagi kalau bukan keberadaan pool. Para calon penumpang lebih memilih pool daripada ke terminal,” tuturnya.

Begitupun pengakuan Endang Suparman. Pria berusia 63 tahun yang sudah berjualan di terminal mulai 1972, sejak di terminal Gunung Pereng, itu mengatakan, dari tahun ke tahun pendapatannya terus menurun.

“Padahal, kan, kalau lebaran seperti ini waktunya banyak orang ke terminal. Buktinya bisa lihat sendiri. Sepi. Dapat Rp 30 ribu sehari juga sudah terhitung besar. Jauh berbeda bila dibandingkan waktu di Terminal Cilembang,” paparnya.

Menurutnya, para calon penumpang yang datang ke Terminal Indihiang malah banyak yang merapat ke pool bus. Naik ojeg. “Saya tetap bertahan jualan, karena memang tidak ada pekerjaan lain. Seharusnya pool-pool bus itu dilarang untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Katanya mau ditutup, tapi ternyata bohong,” sesalnya.

Kekesalan serupa diungkapkan Ida Darmayanti, pemilik warung nasi Sodong. Menurutnya, keberadaan pool telah mematikan usaha orang-orang kecil yang mengais rezeki di Terminal Indihiang. “Selama pool belum ditutup, terminal ini tidak akan pernah ramai,” tandasnya seraya mengatakan, dirinya masih tetap jualan, karena masih ada petugas terminal dan mereka yang hidup di sana beli makan di warungnya.

Sementara itu, Jenny Maria, kepala Terminal Indihiang, menyebutkan, puncak kedatangan penumpang di terminal terbesar di Priangan Timur itu terjadi pada H-2 lebaran. Jumlahnya mencapai 6.419 orang. Sementara puncak keberangkatan penumpang dari terminal terjadi pada H-3 lebaran, yaitu 2.350 orang. [Jay]