Peristiwa

Minat Baca Rendah, Angka Kemiskinan Tinggi

initasik.com, peristiwa | Sebanyak 30 ribu buku bacaan berbagai jenis teronggok kotor di Perpustakaan Daerah Kota Tasikmalaya. Tak sedikit yang sudah berdebu, lantaran jarang ada yang menyentuh, apalagi membacanya.

Coba tengok! Dalam sehari, rata-rata jumlah pengunjung ke perpustakaan itu kurang dari sepuluh orang. Memprihatinkan. Itu sekelas perpustakaan daerah, apalagi yang di tingkat kecamatan atau kelurahan.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengakui, minat baca warga terbilang rendah. Sangat rendah malah. Namun ia berkelit, kondisi tersebut bukan hanya di Kota Tasikmalaya. Berdasarkan data yang diterimanya, dari 42 negara yang dinilai soal minat baca warganya, Indonesia termasuk peringkat 39.

“Di ASEAN minat baca kita paling rendah. Karena itulah kita susah bersaing dengan negara lain,” ujar Budi usai memberi sambutan dalam workshop peningkatan minat baca di lingkungan Dinas Pendidikan, di gedung Galih Prawesti, Kamis, 12 November 2015.

Rendahnya minat baca itu, sambung Budi, berkaitan erat dengan angka kemiskinan di Kota Tasikmalaya yang masih bertengger di angka 17,09 persen pada 2013. “Jelas, ada korelasinya antara minat baca dengan kemiskinan. Dengan banyak membaca, pengetahuan bertambah dan kemampuan diri semakin terasah, sehingga bisa menaikkan kehidupan perekonomian” tandasnya.

Menurutnya, buku adalah mata dunia, tapi tanpa dibaca tidak akan ada artinya. “Hari ini kita belum menikmati kemerdekaan secara utuh. Walaupun tidak dijajah secara fisik, tapi ketergantugan kepada negara luar masih tinggi. Pemerintah harus membangun sistem pendidikan yang baik,” tutur Budi. Jay

Komentari

komentar