Otomotif

Motor Tua dan Cerita Isman Merintis Usaha Sejak 2009

initasik.com, otomotif | Kesenangan Isman Permana pada motor tua sudah dilakoninya sejak lama. Dan itu membuka jalan usahanya. Sejak 2009 ia membuka toko jual beli aksesori, sekaligus bengkel modifikasi dan restorasi motor tahun 1990-an ke belakang.

Pemilik toko Ciem CB Shop itu, menceritakan, ia membuka usaha tersebut karena hobi pada motor klasik dan suka ikut touring. Dari sana terlihat ada peluang usaha, khususnya yang berkaitan dengan aksesori dan onderdil kendaraan klasik. Semakin banyak pengguna kendaraan tersebut, tapi tidak ada bengkel yang fokus pada model klasikan.

Spare part itu sangat sulit. Dari sana mulai cari tahu, berkenalan sama yang suka buka lapak pas ada acara motor klasikan. Terus banyak teman yang nitip beliin barang, kemudian kepikiran jualan,” ungkap Isman, saat ditemui di tokonya, Jl. Perintis Kemerdekaan No 30, Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideng, Kota Tasikmalaya.

Ia menceritkan, awalnya beli barang per item. Cuma sepuluh buah. Sekarang sudah banyak, termasuk pelanggan. Menurutnya, bengkel yang fokus pada motor klasik di Tasikmalaya terbilang sedikit. Hanya ada dua. Karenanya, setiap hari bengkelnya tidak pernah sepi dari pelanggan. Ada yang dari Ciamis, Banjar, Garut, dan Sumedang. Bahkan, hampir komunitas motor lawas yang ada saat ini, selalu memesan onderdil pada dirinya.

“Mulai ramai peminat motor klasik pas tahun 2011, ketika ada acara di Cilembang. Di Tasik kalau gak salah cuma ada dua bengkel. Aksesoris seperti ini tidak masuk toko, soalnya teman-teman komunitas yang buat. Paling ada sebagian, tidak sampai keseluruhan,” ungkapnya.

Awal-awal buka, lanjut dia, sangat kesulitan dalam menarik pelanggan. Pasalnya, kendaraan model ini jadi bahan guyonan. Dan, kebanyakan yang memakai kendaraan tersebut kalangan tua sehingga tidak jadi trend di kalangan muda. Selain itu, untuk memperbaiki mesin atau restorasi kendaraan harus memerlukan kesabaran dan ketelatenan. Tidak seperti kendaraan kebanyakan, yang hanya membutuhkan waktu sebentar.

“Sekarang sudah mulai lancar. Peminatnya sudah banyak dari kalangan muda. Selain jualan offline, saya juga suka jualan online. Intinya, jangan perah membuat kecewa pelanggan. Jangan pernah bohong. Aksesoris motor klasik itu barang original langka, yang kebanyakan dijual barang revro, barang bikinan. Harus jujur,” tandasnya. [Syaepul]