Sosok

MSI Presiden Asal Tasikmalaya, Pertama dalam Sejarah

Kota | Sejarah baru telah ditoreh dalam lembar perpolitikan Indonesia, terlebih bagi Kota Tasikmalaya. Belum lama ini, Mohamad Sohibul Iman (MSI) terpilih sebagai presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Pria kelahiran Tasikmalaya, 5 Oktober 1965, itu diamanahi jabatan puncak dalam partai berlambang bulan sabit dan padi tersebut. Baru kali ini ada urang lembur yang duduk di kursi nomor satu sebuah partai politik.

Musyawarah Majelis Syuro PKS di Bandung, Senin, 10 Agustus 2015, telah menetapkan Sohibul Iman sebagai presiden. “Saya menerimanya sebagai tanggung jawab. Bukan kehormatan. Mudah-mudahan saya bisa mempertanggungjawabkannya,” ujarnya usai menjadi pembicara dalam kuliah umum di Politeknik Kesehatan Tasikmalaya, Senin, 24 Agustus 2015.

Putra kelima dari sembilan bersaudara dari pasangan Djodjo Sutejo dan Iloh Halimah itu dipercaya untuk menggantikan Anis Matta, presiden PKS sebelumnya. Ia mengaku tak menyangka akan diberi amanah berat seperti itu. “Sejak awal, pada prinsipnya kami siap jadi apa saja dan ditempatkan di mana saja, bahkan tidak jadi apa-apa juga siap. Ketika diberi amanah, itu tanggung jawab,” tandasnya.

Baginya, cita-cita paling utama adalah harus bisa memberi manfaat kepada masyarakat. Bekerja sebagai apapun atau ditugaskan di manapun, kehadiran diri harus bermanfaat bagi lingkungan.

“Kalaupun dalam perjalanannya kita mendapat jabatan, itu adalah bonus dari Allah Ta’ala. Pokoknya lakukan yang terbaik. Berbuat yang terbaik. Saya meminta kepada masyarakat Tasik pada khususnya untuk mendoakan saya agar amanah. Yang paling penting ingatkan saya kalau saya melenceng dari harapan masyarakat,” tutur suami dari Uswindraningsih Titus dan ayah lima anak itu.

Sebenarnya, kata Iman, ia tidak bercita-cita jadi politisi, tapi suka mempelajari politik. Tak heran, setelah melepas seragam SMAN 2 Tasikmalaya, ia daftar ke Institut Pertanian Bogor. Baru kuliah tingkat dua, Iman terbang ke Jepang. Ia menimba ilmu di negeri Sakura itu, mulai S-1 sampai S-3.

Sebelum terjun ke dunia politik, Iman pernah menyandang status Pegawai Negeri Sipil di Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Sejak 1 Oktober 2014, ia menjadi anggota DPR mewakili Daerah Pemilihan Jabar 11 meliputi Kota dan Kabupaten Tasikmalaya serta Kabupaten Garut. Sebelumnya, di pemilu 2009-2014 ia terpilih jadi legislator dari dapil DKI 2 meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Luar Negeri.

“Saya serahkan ke Dewan Syuro,” jawab Iman saat ditanya apakah ia akan mengundurkan diri dari DPR RI atau tidak. Namun, saat ini ia sudah tidak lagi menjabat wakil Ketua Komisi X. Statusnya hanya anggota biasa. initasik.com|shan

 

Komentari

komentar