Inspirasi

Muda, Direktur Utama

Kabupaten | Usianya masih belia. Perawakannya pun mungil. Namun, ia punya mimpi besar untuk republik ini. Perempuan kelahiran 14 Januari 1989, itu ingin memberi sesuatu yang berarti bagi negeri. “Kami ingin memberi solusi dengan melistriki tempat-tempat yang belum dan sulit dijangkau jaringan listrik PLN,” tandas pemilik nama Amalia Fajriyanti itu.

Untuk mewujudkan mimpinya, sejak Januari 2012, Amalia dan rekan-rekannya melakukan penelitian panel surya dan turbin angin di Desa Ciheras, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Dua tahun kemudian, mereka mendirikan PT Lentera Angin Nusantara (LAN). Dan, Amalia Fajriyanti dipercaya menjadi direktur utamanya.

Saat menimba ilmu di Institut Teknologi Bandung, jurusan Teknik Fisika, Amalia mengaku sudah jatuh cinta pada energi alternatif. Apalagi, di jurusannya ada mata kuliah Manajemen Energi yang di dalamnya membahas energi terbarukan. Tak heran, sejak menamatkan studinya, 2007, ia langsung bergabung dengan rekan-rekannya untuk meneliti turbin angin. “Di kampus hanya belajar teori. Tapi di sini, kami langsung praktik,” ujarnya saat berbincang dengan initasik di pusat penelitian LAN di Desa Ciheras.

Kini, bersama sembilan rekannya dengan bimbingan Ricky Elson, perancang mobil listrik yang sering dipamerkan Meneg BUMN Dahlan Iskan, Amalia terus mengembangkan penelitiannya. Malah, ia mengaku ingin meneliti sampai kapanpun.

Kendati jauh dari keluarga, perempuan yang akrab disapa Amel itu tak kecil hati. Kerinduan kepada orang tuanya diobati dengan telepon seluler. Jika sedang ada tugas ke luar Jawa, ia menyempatkan dulu mampir ke rumahnya di Bali. “Sebenarnya saya sudah biasa merantau. Waktu kuliah pun saya jauh dari orangtua. Tapi tetap saja ada perasaan kangen rumah,” ucapnya.

Namun, hal seperti itu ia maknai sebagai dinamika perjuangan. Begitu pun dengan udara panas yang menguras keringat. Mandi tiga kali seharipun tak mengapa. Anak pertama dari dua bersaudara itu tetap fokus pada penelitian. Saat teman-teman seangkatan pertamanya memilih angkat kaki dari Ciheras, ia tetap bertahan. “Passion saya di bidang ini,” ujarnya mantap.

Saat ditanya soal ambisi lain yang ada di benaknya, Amel menjawab ingin kuliah lagi. Jepang adalah targetnya. Bidikannya teknologi energi terbarukan. “Peluang (kuliah) itu insyaAllah ada,” yakinnya. initasik|ashani-usep

Komentari

komentar