Ekbis

Murdoyo Punya Cara Berbeda Agar Domba Miliknya Dilirik Pembeli


initasik.com, ekbis | Murdoyo, 48 tahun, pemilik tempat penjualan dan pemeliharaan domba di Jalan Pertanian, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, punya cara berbeda agar hewan-hewan miliknya dibeli orang.

Ia yakin, selain sehat, gagah, dan memiliki bobot yang berat, domba yang cantik akan lebih menarik. Untuk itu, setiap pagi domba dagangannya yang kebanyakan domba-domba jenis adu, baik jantan atau betina dimandikan, disisir, kukunya dibersihkan, hingga kemudian diminyaki sebelum dijemur di bawah matahari pagi.

Kondisi itu tentu jauh berbeda dengan domba-domba dagangan di tempat lain yang kebanyakan kondisinya kotor, bulunya panjang hingga dipastikan justru lebih tebal kulitnya daripada daging yang berada pada tubuhnya.

“Harga domba di sini berkisar antara Rp 3 juta sampai Rp 9 juta, karena memang kami memberikan kualitas yang sepadan. Tidak ada domba jualan kami di sini yang kondisinya kotor dan kumal, karena memang untuk kurban itu syaratnya harus memenuhi dari mulai kesehatan, bobot, usia, hingga hewannya itu berpenampilan menarik. Banyak yang datang ke sini, bahkan tidak pernah menawar dan langsung membeli karena memang melihat kualitas hewan yang baik,” tutur Murdoyo.

Mahalnya harga sapi membuat sebagian orang lebih memilih domba, meskipun harganya kini mengalami kenaikan. “Kenaikannya sampai 10 persen beralih ke domba, karena mereka yang paham kurban itu bukan hanya daging tetapi nyawa. Kalau sapi satu ekor oleh 7 orang dengan masing-masing iuran Rp 2,5 juta, maka untuk domba cukup untuk satu ekor dengan harga domba di pasaran yang biasa harganya berkisar Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta,” jelas Murdoyo.

Nugraha, 38 tahun, warga Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, mengatakan, lebih tertarik untuk membeli domba di tempat Murdoyo yang memiliki kualitas sangat baik. Ia membeli satu ekor domba untuk dikurbankan dengan harga sekitar Rp 3,5 juta. Beratnya ditaksir 120 kg.

“Ada kualitas tentu hargapun sebanding, dan saya tidak menawar lagi, karena memang di pasaran pun dengan kondisi domba yang kurang terawat harganya sudah sangat tinggi. Ini akan menjadi amal ibadah saya di akhirat nanti. Makanya saya ingin memberikan yang terbaik bagi mereka yang menerimanya. Namun dengan tambahan biaya pemeliharaan sampai menjelang kurban, saya titipkan dombanya di sini biar terus terawat,” beber Nugraha. [Kus]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?