Peristiwa

Musala SD Sindangpalay Memprihatinkan

Kabupaten Tasik | Dari Singaparna, butuh waktu dua jam untuk bisa sampai di SD Sindangpalay, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Tempatnya berada di perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dengan Kabupaten Garut.

SD Sindangpalay adalah salah satu muka Kabupaten Tasik yang bersentuhan langsung dengan Kabupaten Garut. Namanya muka, tentu harus bagus. Tapi tidak demikian dengan SD Sindangpalay. “Saat ini yang paling kami butuhkan untuk pembangunan rehab  ruangan kelas dan musala,” aku Asep, S.Pd, M.M, kepala Sekolah SD Sindangpalay, saat ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, ruang kelas  yang ada sekarang ini sangat memprihatinkan. Anak-anak harus belajar di dalam ruangan yang sudah tidak  nyaman. Atap kelas sudah banyak yang bolong. Begitupun plafon sudut sekolah yang sebagian sudah hancur. Bahkan musala tempat anak-anak salat pun sudah tidak layak pakai.

Asep mengaku sudah menyampaikan hal itu dan mengajukan bantuan rehab kepada dinas terkait, tapi sampai sekarang belaum ada realisasi. Sejak dirinya bertugas menjadi Kepala Sekolah di SD Sindangpalay, hingga kini belum pernah ada bantuan dari pemerintah. Jangankan untuk rehab bangunan sekolah, minta bantuan  infocus pun sampai saat ini belum diberi, padahal pihaknya sudah melayangkan proposal berkali-kali.

“SD Sindangpalay ini kan merupakan salah satu muka Kabupaten Tasik yang langsung bersentuhan dengan Kabupaten Garut. Harusnya kualitas sarana-prasana  lebih diperhatikan,” tandasnya.

Ia berharap, pemerintah secepatnya memberikan bantuan, supaya anak-anak merasa nyaman dalam melakukan kegiatan belajarnya. SD Sindangpalay memiliki lahan seluas 644 m2: luas bangunan 285 m2, sedangkan lapangan olah raga 170 m2. Adapun jumlah muridnya ada 147 siswa dengan 12 orang staf pengajar, plus seorang penjaga sekolah. initasik.com|salim

Komentari

komentar