Peristiwa

Musim Hujan Datang, Waspada Longsor Menerjang

Kabupaten Tasik | Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Tasikmalaya, Undang Sodikin, mengimbau agar masyarakat selalu waspada saat berada di tepi-tepi bukit atau lereng. Musim kemarau yang panjang membuat tanah merekah, sehingga saat hujan tiba tanah itu mudah tergerus air.

Apalagi, katanya, Kabupaten Tasikmalaya termasuk wilayah yang rawan bencana alam. Sekitar 66 persen daerahnya berpotensi mengalami bencana longsor. Dalam dua hari saja, ada enam titik di enam kecamatan yang dilanda longsor.

“Kami imbau agar masyarakat menghindari aktivitas di tanah-tanah labil maupun di lereng-lereng bukit saat turun hujan, karena bisa berisiko adanya longsor,” ujarnya saat melayat Ma Ijah, warga Kampung Pasir Mukti, Desa Tenjowaringin, Salawu, Selasa, 10 November 2015. Ma Ijah adalah korban bencana longsor di daerah tersebut.

Ia menyampaikan, pihaknya terus menyiagkan semua relawan BPBD di seluruh kecamatan agar terus memantau perkembangan jika terjadi bencana longsor sekecil apapun, dan segera melaporkannya sehingga cepat ditanggulangi.

Ma Ijah, 62 tahun, meninggal dunia lantaran tertimbun longsoran tanah, Senin, 9 November 2015, sore. Waktu itu, saat hujan, ia keluar rumah. Namun, sampai malam tiba, ia belum pulang juga. Keluarga cemas, dan mencarinya. Akhirnya ia ditemukan, namun sudah tak bernyawa. Ma Ijah wafat. Ia tertimbun longsor. Tadi pagi ia dikebumikan di pemakaman yang tak jauh dari rumahnya. initasik.com|dzm

Komentari

komentar