Peristiwa

Nasib Pedagang Kojengkang Dadaha Masih Mengambang

Kota Tasik | Nasib para pedagang kojengkang Dadaha, Kota Tasikmalaya, belum ada kepastian. Keputusannya masih mengambang. Tadi siang, Senin, 4 Januari 2016, perwakilan pedagang, pemerintah, dan warga Dadaha berembug di kantor Kelurahan Nagarawangi.

Ade Soleh, perwakilan dari Forum Dadaha Bersatu, mengatakan, warga menolak jalur lingkar Dadaha dijadikan tempat berdagang, karena menghambat aktivitas. Selain itu, ia berharap sarana olahraga tersebut berfungsi sebagaimana mestinya.

Sementara itu, pemerintah menyodorkan salah satu opsi relokasi, yaitu area Gedung Generasi Muda (GGM), dan itu sudah disetujui warga. Malah, nantinya lahan yang ditanami pepohonan akan ditebang dan ditata untuk digunakan pedagang.

Nana Rosadi, asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tasikmalaya, menegaskan, pemerintah tetap tidak akan mengizinkan jalur lingkar dijadikan tempat berjualan, termasuk lapang upacara. “Untuk minggu depan (boleh berjualan atau tidak), saya akan laporkan dulu sama wali kota, nanti pak wali yang mengeluarkan pernyataan,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kojengkang, Nono Sumarno, mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan tanggapan, karena harus ada pertemuan dengan semua pedagang. Terkait relokasi ke area GGM, ia menilai tempa itu tidak akan bisa menampung semua pedagang yang jumlahnya mencapai 928 orang.

“Besok mau dirundingkan. Saya belum bertemu dengan semua pedagang. Jawabannya gimana besok hasil pertemuan kami,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon. initasik.com|syamil

Komentari

komentar