Peristiwa

Negara Harus Benar-benar Hadir di Tengah Santri

initasik.com, peristiwa | Pemerintah punya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait keberadaan para santri. Bila di sekolah formal ada bantuan operasional sekolah (BOS), maka di pesantren pun harus ada kebijakan serupa.

“Sampai sekarang belum ada bantuan operasional santri, misalnya. Di sini negara harus hadir, karena pesantren dan santri punya peran yang luar biasa dalam menjaga keutuhan NKRI. Itu PR bagi pemerintah,” tutur Ketua PC Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya, KH Didi Hudaya, di sela peringatan Hari Santri Nasional, di lapang Dadaha, Ahad, 22 Oktober 2017.

Ia mengaku bersyukur pemerintah telah menetapkan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober yang berpijak pada resolusi jihad NU pada 1945 silam. Namun, hal itu perlu diikuti dengan kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak kepada santri. Salah satunya bantuan operasional untuk para santri.

“Untuk bantuan pemerintah ke pesantren masih harus ditingkatkan. Tidak hanya sarana dan prasarana, tapi juga upaya dalam rangka meningkatkan kualitas para santri. Alhamdulillah, semakin hari peran santri semakin berkembang. Tidak hanya berperan di bidang keagamaan, tapi juga pos-pos strategis di pemerintahan banyak dipegang oleh alumni pesantren. Itu membanggakan,” paparnya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengatakan, setiap tahun pemkot selalu memberikan bantuan untuk operasional pesantren, termasuk kepada guru-guru diniyah, forum pesantren, dan MUI.

Ia berharap, para santri bisa lebih meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompetitif. “Imtaknya dikuasai, begitupun Ipteknya. Semua harus dikuasai, sehingga keluar dari pesantren bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat luas,” tandas Budi. [Eri]