Keluarga

Netty Ingatkan Bahaya Tayangan Tv

Kabupaten Tasik | Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, Netty Prasetiyani Heryawan, mengingatkan soal pengaruh tayangan televisi pada tumbuh kembang jiwa anak.

Diwawancara usai menggelar pertemuan dengan P2TP2A Kabupaten Tasikmalaya di ruang utama pendopo lama, Jumat, 28 November 2014, Netty menegaskan, tayangan-tayangan yang tidak mendidik sangat berbahaya bagi psikologi dan pola pikir anak.

“Kita harus menggerakkan kekuatan di dalam keluarga. Orangtua harus punya pengetahuan tentang media literasi, bijak menggunakan media, dan membuat aturan dalam menonton televisi. Acara apa saja yang boleh ditonton dan berapa jam harus menonton televisi, kuncinya ada di orangtua. Orangtua pegang kendali,” tutur istri dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan itu.

Menurutnya, saat ini tidak sedikit tayangan televisi yang menayangkan tontonan tak mendidik. Anehnya, tontonan seperti itu malah jadi tuntunan. “Sinetron-sinetron sering mengajarkan bagaiman caranya membolos dari sekolah, atau melawan guru. Dan itu sering dicontoh para pelajar di kehidupan nyata. Bahkan sekarang rekonstruksi pembunuhan pun ditayangkan di televisi. Padahal itu konsumsinya penegak hukum,” sesalnya.

Ia berharap, lembaga yang mempunyai otoritas, seperti Komisi Penyiaran Indonesia, mampu menjalankan perannya secara optimal. “Dan saya ingin membentengi masyarakat dengan berbagai program yang saya lakukan di Jawa Barat. Di rumah, saya sebagai seorang ibu dari enam orang anak, pun membuat regulasi sendiri. Anak-anak jadi punya pemahaman kapan harus menonton tv dan kapan tv harus dimatikan,” tandasnya.

Netty pernah menjelaskan, salah satu tantangan berat saat ini adalah banyaknya kasus pelecehan dan kekerasan seksual pada anak. Berdasarkan data P2TP2A, tahun ini yang terkait kasus itu di Sukabumi ada 116 korban, Sumedang 11 anak, Cianjur 39 anak, Kabupaten Bandung 21 anak, Kabupaten Tasikmalaya 39 orang. initasik.com|ashani

Komentari

komentar