Inspirasi

Nunu Membuktikan, dengan Kesungguhan Tukang Becak pun Bisa Ibadah Haji

initasik.com, inspirasi | Akhir-akhir ini nama Nunu Siswanto, 63 tahun, jadi bahan obrolan di masyarakat. Padahal ia bukan siapa-siapa. Bukan pejabat atau politisi. Sehari-hari bekerja sebagai penarik becak. Biasa mangkal di sekitar Ponpes Cipasung, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Namanya jadi topik perbincangan lantaran ia akan beribadah haji. Setelah menabung sekian tahun, warga Kampung Sindang, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, itu akan menjadi tamu Allah di Mekah. Nunu, bersama istrinya, Iis Gandawati, merupakan jamaah calon haji yang akan berangkat tahun ini dan masuk kloter 92.

Ia bercerita, untuk mewujudkan keinginannya naik haji, setiap hari kerja keras. Mengayuh becak dari pukul setengah enam pagi hingga sore. Kadang menjadi buruh cuci mobil milik seorang kepala sekolah.

Sejak 2009 ia dan istrinya menyisihkan uang Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu untuk meraih mimpinya. Berangkat pagi pulang sore, cuaca panas dan hujan tak lantas menghalangi Nunu untuk tetap menarik becaknya mencari penumpang. Sekali lagi, demi mencapai mimpinya.

Ia tak pernah mematok harga kepada para penumpang, seikhlasnya dalam memberikan upah padanya. Dengan semangat pantang menyerah, tiga tahun berlalu, pada akhir 2011 ia berhasil mengumpulkan uang sebanyak 14 juta rupiah. Ia lantas pergi ke salah satu KBIH untuk mendaftarkan dirinya sebagai peserta haji.

Namun, uang itu kurang. Nunu tak patah arang. Ia terus mengumpulkan uang untuk menutupi kekurangannya berangkat haji. “Alhamdulillahnya petugas dari KBIHnya baik. Saya diizinkan nyicil sisanya tanpa ditarget harus berapa perbulan,” sebutnya.

Rencananya, pada pekan keempat bulan ini, ia dan istrinya akan mewujudkan mimpinya, pergi ke tanah suci Mekah. “Alhamdulillah, senang rasanya mimpi yang sudah lama saya impikan bisa terwujud. Mohon doa dari semuanya agar segalanya berjalan lancar,” harap Nunu. [Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?