Peristiwa

Ogah Digulai, Warga Antre di Penggilingan Daging

initasik.com, peristiwa | Ada pemandangan tak biasa di tempat penggilingan bakso di area Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Kamis, 23 Agustus 2018. Banyak warga yang antre sambil membawa gantungan keresek.

Ujang Biat, koordinator tempat penggilingan daging milik Leni, mengatakan, di saat Idul Adha, jumlah masyarakat yang datang ke tempatnya naik hingga 50 persen. “Kalau hari-hari biasa paling kebanyakan tukang bakso. Sekarang didominasi sama masyarakat yang dapat jatah daging kurban,” ujarnya.

Urusan tarif, untuk satu kilogram daging yang akan digiling, dipatok Rp 6.000. Harga itu mengalami kenaikan, disesuaikan dengan momentum lebaran. Biasanya cuma Rp 4.000 per kilogram.

Aam, salah seorang warga, mengatakan, alasan dirinya memutuskan untuk menjadikan daging kurban sebagai olahan bakso karena dinilai awet daripada digulai. Kebiasaan itu sudah sejak lama ia lakoni saat mendapatkan jatah daging kurban.

Namun, ia mengaku baru kali melihat banyaknya masyarakat yang antre di tempat penggilingan daging. “Dulu mah paling cuman beberapa orang saja. Sekarang mah banyak,” imbuhnya.

Edah, warga lainnya, mengaku ingin membuat bakso dengan daging kurban yang didapatnya. Anggota keluarganya lebih banyak yang suka dijadikan bakso ketimbang diolah menjadi gulai atau yang lainnya. [Eri]