Jay | initasik.com
Inspirasi

Ohid Taohid; Jadi Marbut Masjid Agung (Kota) Tasik Sejak 1965

initasik.com, inspirasi | Nama yang satu ini sudah melekat dengan Masjid Agung (Kota) Tasikmalaya; Ohid. Lengkapnya Ohid Taohid Rohman Abdullah Setiawan. Pria kelahiran 23 Desember 1950 itu, sudah lama berada di masjid yang mulai dibangun pada 1886 tersebut.

“Selama di (masjid) sini, saya sudah mengalami sepuluh bupati dan tujuh presiden,” akunya saat berbincang dengan initasik.com, pada satu kesempatan.

Ia menjadi marbut sejak 1965. Sampai sekarang Kang Ohid masih setia dengan pilihan hidupnya. “Saya pernah ditawari menjadi pegawai negeri sipil, tapi tidak diterima. Saya tidak mau. Lebih baik seperti ini. Lillahi ta’ala,” tandasnya.

Suami Mumun Maemunah, dan ayah tiga anak itu menegaskan, menjaga dan merawat masjid selama puluhan tahun telah memberikan banyak pengalaman spiritual. Dapat keberkahan dan ketenangan jiwa.

Lantas dari mana ia menafkahi keluarga? “Sering ada jamaah yang ngasih sedekah. Dari kencleng juga diberi bagian. Misalnya kalau kencleng pengajian dapat Rp 500 ribu, saya diberi Rp 50 ribu. Itu dibagi juga dengan yang lain,” tuturnya.

Kendati seperti tidak menjanjikan nominal yang wah, Kang Ohid mengaku senang dan tenang berada di masjid. Sayang, kini ia tak seaktif dulu. Ia punya penyakit jantung dan gula. Saat ini paling membantu merapikah shaf jamaah. Beda dengan dulu. Semua dikerjakan, mulai mengumpulkan sedekah hingga menjadi muadzin.

“Alhamdulillah, saya sudah ke tanah suci Mekah. Bulan Maret 2012 saya diumrohkan oleh Ibu-ibu pengajian. Bulan Oktober 2012, Gubernur Jawa Barat Aher menghajikan saya. Itu berkah mengurus masjid,” imbuhnya. Syahdan, sejak saat itu ada inisial “H” di depan namanya. [Jay]

Komentari

komentar