Peristiwa

Ojek Daring Dilarang Operasi, Ojek Pangkalan Pengecualian

initasik.com, peristiwa | Pengusaha angkutan umum berbasis dalam jaringan (daring) alias online di Kota Tasikmalaya dilarang beroperasi sebelum ada izin resmi, dan tidak boleh mengangkut penumpang orang, kecuali barang.

Begitu isi Surat Edaran bernomor: 551.21/151/Dishub tertanggal 15 Januari 2018 yang ditandatangani Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman. Dalam surat tersebut dijelaskan, pelarangan dilakukan sehubungan dengan situasi dan kondisi di lapangan, serta untuk menghindari gesekan antara angkutan umum dengan angkutan berbasis daring.

Budi Budiman mengatakan, sampai saat ini belum ada aturan terkait kendaraan roda dua dijadikan angkutan orang. “Yang bisa mengangkut penumpang itu cuma mobil,” ujarnya usai penyerahan sertifikat gratis bagi para pelaku UMKM di gedung serbaguna, Selasa, 16 Januari 2018.

Saat ditanya keberadaan ojek pangkalan, Budi memberikan pengecualian. Ia berdalih, mereka masih bisa diterima lantaran sudah lama ada. “Kita hargai mereka yang sudah lebih dulu. Mereka juga sudah punya pangkalan. Kalau berbicara masalah aturan, dua-duanya juga tidak boleh. Kalau bicara ilegal, semua juga ilegal,” tandasnya. [Dan]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?