Dok. FAJI Kota Tasikmalaya
Peristiwa

Olahraga Arung Jeram Kian Diminati

initasik.com, peristiwa | Dulu, sekitar 1998-an, sedikit orang yang berkegiatan mengarungi sungai berjeram. Jumlahnya bisa dihitung jari. Alat yang digunakannya juga hanya menggunakan ban dalam mobil (river tubing).

Berbeda dengan sekarang, animo masyarakat terus meningkat. Media yang dipakai beragam, mulai dari boat karet, dayung, kayak, dan kano. “Di Tasikmalaya ini untuk wisata air ada Ciwulan, Citanduy, dan secara sarana prasrana sangat memadai,” ujar Harniwan “Obech”, ketua Federasi Arum Jeram Indonesia (FAJI) Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, saat ini arung jeram telah menjelma menjadi olahraga yang diminati semua kalangan. “Indikatornya dilihat dari meningkatnya peserta “Tasik Baseuh”. Di tahun pertama, “Tasik Baseuh” hanya diikuti satu perahu. Sekarang membludak. Pesertanya hingga mencapai 126 orang, dari berbagai usia,” terangnya.

Meningkatnya animo masyarakat terhadap olahraga basah itu merupakan kabar baik. Bahkan, yang mengikutinya kebanyakan yang baru pertama kali terjun. Untuk itu, ia berharap ada perhatian serius dari pihak terkait, terutama pemerintah, untuk mengembangkan arung jeram sebagai salah satu sarana olahraga dan hiburan.

Menurutnya, sungai Ciwulan dan Citanduy sangat bagus dijadikan untuk tempat wisata air. Jika itu berjalan kontinyu, akan berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar. Terbukti, setiap ada kegiatan walaupun yang sifatnya spontan masyarakat mendapatkan tambahan ekonomi.

Pria yang aktif berkegiatan di KAMAPALA STIA PRIATIM itu, mengungkapkan, sungai di yang berada di kawasan Tasikmalaya sangat berpotensi untuk dijadikan destinasti wisata. Selain akses jalan yang sudah memadai, debit air terbilang stabil. Begitupun dengan jeram sungai yang tidak begitu curam.

“Sangat potensial sekali. Kalau di daerah lain sudah pakai pengaturan debit air. Di kita betul-betul alami. Begitupun dengan bentukan morfologi sungainya. Tidak disusun. Sangat bagus,” imbuhnya. [Millah]