Olahraga

Olahraga Petanque; Sudah Ada Sejak Tahun 9000 Sebelum Masehi

Kota Tasik | Olahraga yang satu ini masih sangat asing di telinga masyarakat. Jangankan tahu bagaimana cara memainkannya, mendengar namanya saja bisa jadi baru kali ini. Maklum, olahraga ini disebut-sebut baru masuk ke Indonesia baru lima tahun ke belakang. Padahal, menurut referensi, keberadaanya sudah ada sejak tahun 9000 sebelum masehi.

Namanya petanque (dibaca petang). Di zaman itu, petanque sudah dimainkan orang-orang Yunani. Kemudian berkembang ke benua Eropa. Saat Roma menjajah Yunani, olahraga itu dimainkan juga oleh para penjajah. Hingga akhirnya mendarat di Perancis.

Pada abad ke-17, para bangsawan Perancis mengklaim petanque sebagai olahraga milik mereka. Raja Louis XIV memperkenalkannya kepada para bangsawan, dan hanya boleh dimainkan di dalam istana.

Namun, saat Napoleon Bonaparte berkuasa, ia memerintahkan semua olahraga bola sebagai olahraga nasional di Perancis. Siapapun boleh memainkannya. Mulai saat itu, petanque menjadi olahraga yang digemari.

Seiring berjalannya waktu, olahraga ini semakin populer dan berkembang di Eropa, Amerika, dan Asia. Kepopulerannya sangat signifikan di Perancis, Swiss, Jerman, Belgia, Belanda, Inggris, Belanda dan lainnya.

Di Asia, Thailand merupakan negara pertama yang menjadi anggota Federasi Olahraga Petanque Internasional (FIPJP), disusul negara-negara di Asia Tenggara lainnya. “Masuk Indonesia sejak lima tahun lalu,” sebut Erik Nuriska Subekti, dosen Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) FKIP Universitas Siliwangi.

Ia menjelaskan, cara main petanque terbilang sederhana. Peralatannya adalah dua buah bola; kecil dan besar. Bola kecil dinamai boka atau bola kayu. Ukurannya berdiameter 33 mm. Sedangkan yang besar disebut bosi alias bola besi dengan diameter mulai 7,05 cm s.d. 8 cm dan berat 650 gram sampai 800 gram. Ada satu alat lagi, yaitu lingkaran atau circle berdiameter 50 cm.

Itu dimainkan dua regu. Masing-masing regu tiga orang. Cara mainnya, boka dilempar salah seorang pemain, minimal sejauh enam meter. Lalu masing-masing pemain harus melempar bosi ke boka. Siapa yang bosinya paling dekat ke boka, dia yang dapat poin. “Saat melempar bosi, pemain harus berada di dalam lingkaran. Kedua kaki menginjak tanah,” ujar Erik. initasik.com|sep

Komentari

komentar