Peristiwa

Omong Kosong Tasik Bersedekah

Kota Tasik | Ketua BAZNAS Kota Tasikmalaya, KH Wawan S. Nawawi, menilai, Tasik Bersedekah merupakan program omong kosong jika tidak diikuti oleh aksi nyata pemerintah sebagai pemegang kekuasaan.

“Program Tasik Bersedekah itu disalurkan untuk Tasik sehat, Tasik sejahtera, dan Tasik cerdas. Tapi ada yang tak kalah pentingnya, yaitu Tasik berkarakter. Itu sangat penting. Kemiskinan ditimbulkan karena miskinnya karakter. Omong kosong Tasik bersedekah akan bisa menyelesaikan kefakiran di lingkungan kita, kalau tidak dibarengi dengan pembangunan karakter masyarakat,” tuturnya saat ditemui initasik.com usai mengikuti evaluasi Tasik Bersedekah, di aula Bale Kota Tasikmalaya, Senin, 8 Desember 2014.

Ia menegaskan, tingginya angka kemiskinan di kota ini lantaran miskinnya karakter. Masyarakat kurang tekun, lemah ulet, dan tidak amanah. Untuk membentuk masyarakat yang berkarakter, katanya, bukan hanya tugas orangtua. Soalnya, anak lebih banyak bergaul di sekolah dan lingkungan. Guru dan ulama punya peran besar dalam hal itu. “Para guru dan ulama sebagai ujung tombak pemerintah harus diperhatikan segala sesuatunya,” tandasnya.

Pimpinan Ponpes Al-Amin itupun mengaku miris dengan banyaknya tempat hiburan. Menurutnya, itu bertentangan dengan syariat. “Yang namanya hiburan itu sewaktu-waktu. Kalau tiap malam hiburan, itu namanya wiridan. Tapi wiridanna jeng yahudi, jeng setan. Kata ahli sufi, yang namanya wiridan itu sesuatu yang dibiasakan. Sudah mah karakter masyarakat kita belum bagus, terus difasilitasi tempat-tempat hiburan. Pemerintah harus mengurangi tempat-tempat hiburan,” pintanya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar