Etalase

Orang Bilang Sate Sapri, Padahal….

Kota | Pelanggan sate yang satu ini sudah tidak terhitung. Sejak berdiri sampai sekarang, entah berapa pejabat yang menjadi pelanggan setianya. Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, salah satunya. Bupati Tasikmalaya, Adang Roosman (Alm), pun sama.

Uniknya, kendati banyak pelanggan setia dan sudah puluhan tahun berjualan daging tusuk itu, sampai sekarang tidak mempunyai nama. Sengaja tidak diberi nama. Tak heran, plang nama pun tidak ada. Para pelanggan bebas mau menyebut apa saja. Ada yang bilang sate Sapri, sate Dokar, Sate Galunggung, dan sate Tawangsari.

“Kalau Sapri itu kakek saya. Dulu, pertama kali jualan sate, saya ikut kakek, sekitar tahun 1950-an,” ujar Endang Jaenal (77) mengenang. Namun, sejak 1962, ia jualan mandiri. Tempatnya di bilangan dr. Soekardjo (Dokar). Sejak saat itu ia tidak pernah memberi nama. Para pelanggan menyebutnya sate Dokar.

Pun saat pindah tempat jualan ke Jl. Galunggung, 1972. Orang-orang menyebutnya sate Galunggung. Bahkan, penyebutan itu kadang masih dipakai sampai sekarang, meksi sudah pindah ke Jl. Tawangsari, Kelurahan/Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, sejak 1992.

“Sudah terbiasa begini (tanpa nama),” jawab Endang saat ditanya alasan kenapa tempat jualannya tidak diberi nama layaknya orang berjualan. Bagi generasi lama, sate Endang memang sudah tidak asing lagi.

Pelanggannya turun temurun. Pembeli saat ini di antaranya cucu-cucu yang dulu sering dibawa kakeknya. “Ibu masih ingat sama saya,” ujar Mimin, istri Endang, menirukan pertanyaan pelanggan yang mengaku sejak kecil sering diajak kakeknya.

Mimin menambahkan, dulu yang dijualnya sate kambing. Namun, karena kambing sudah mulai jarang, ia beralih ke daging domba dan sapi. Pada tahun 1960-an harga sepuluh tusuk sate Rp 6, sedangkan nasinya Rp 2.

Sekarang, harganya Rp 28 ribu untuk satu porsi plus nasi. Ia mengaku, sampai saat ini mereka belum pernah alih pekerjaan. “Alhamdulillah anak-anak pada kuliah dan sudah jadi PNS,” imbuh ibu tiga putra/putri itu seraya menambahkan, seorang putranya telah lebih dulu dipanggil Allah SWT. initasik.com|sep

Komentari

komentar