Peristiwa

“Ormas Islam Bisa Dibekukan, Tapi Pergerakan Dakwah tidak Bisa Dihentikan”

initasik.com, peristiwa | Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz) berunjuk rasa menolak Perppu Nomor 2/2017 yang menggantikan UU 17/2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, Jumat, 21 Juli 2017.

Aksi yang diikuti ratusan demonstran itu dimulai dengan orasi di dekat Masjid Agung Kota Tasikmalaya, kemudian jalan kaki menuju gedung dewan. Sambil membentangkan kain putih berukuran panjang bertuliskan kalimat tauhid, para pengujuk rasa menyatakan penolakannya pada perppu tersebut.

Ketua Almumtaz, Ustaz Hilmi Afwan, mengatakan, aksi itu merupakan bagian dari keprihatinan umat Islam terhadap sikap pemerintah yang tidak memihak kepada umat Islam.”Kondisi sekarang ini sangat menyakitkan kami,” tandasnya.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Front Pembela Islam Kota Tasikmalaya, Ustaz Yayan Al-Bayani. Menurutnya, pembuatan perppu tersebut bertentangan dengan Pancasila, karena pemerintah bisa seenaknya membubarkan ormas yang berseberangan dengan penguasa.

“Padahal dalam UU 17/2013 dijelaskan, pembubaran ormas mesti lewat pengadilan. Dengan perppu tersebut tidak lagi begitu. Kapanpun pemerintah bisa membubarkan satu ormas dengan penilaian subjektifnya. Pemerintah bertindak sebagai jaksa yang menuntut sekaligus hakim yang memutuskan,” tuturnya.

Ia menilai, dibuatnya Perppu Nomor 2 tahun 2017 itu sebagai upaya untuk mengerdilkan pergerakan umat Islam dan bentuk arogansi pemerintah. “Percuma kita dulu reformasi. Sekarang malah kembali ke zaman batu. Perppu sangat rentan digunakan penguasa untuk membungkam pihak yang berseberangan dengan mereka. Kita khawatir perppu ini dijadikan untuk kepentingan politik tertentu,” tandas Yayan.

Aktivis Almumtaz lainnya, Ustaz Undang, mengatakan, Indonesia merdeka atas perjuangan mayoritas umat Islam, tapi setelah merdeka pergerakan umat Islam dibatasi. Pergerakan dakwah dijegal.

“Ormas bisa dibubarkan, tetapi umat Islam tidak bisa dipecahkan. Ormas Islam bisa dibekukan, tetapi pergerakan dakwah tidak bisa dihentikan. Mari rapatkan barisan dan kokohkan persatuan umat untuk melawan rezim yang diktator,” ujarnya dalam orasi. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?