Syaepul | initasik.com
Peristiwa

Outlet Batik Tasik Mubazir, Pemkot Tasik Berambisi Bangun Pusat Pemasaran Baru

initasik.com, peristiwa | Kamis, 26 Maret 2015, Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman meresmikan Outlet Batik Tasik, di Jl. Cigeureung, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes. Bangunan senilai Rp 1,1 miliar itu digadang-gadang akan diisi 20 perajin batik, sekaligus tempat pelatihan membatik.

Alih-alih menjadi pusat usaha batik, tempat tersebut malah tak berpenghuni. Saat initasik.com berkunjung ke sana, tidak ada aktivitas sama sekali. Pintu masuk utama dikunci rantai. Halamannya terlihat kotor. Banyak tumbuh rumput liar. Pagar masuknya juga sudah berkarat.

“Biasanya suka dibersihin sama saya. Itu juga kalau ada yang menyuruh,” ujar Mini, warga Mancogeh, Kelurahan Nagarasari.

Dia menceritakan, pada Ramadan kemarin tempat tersebut sempat dipakai salah satu provider telekomunikasi selama sebulan. Kadang suka digunakan juga untuk kegiatan anak-anak sekolah.

“Kalau sekarang-sekarang mah tidak ada. Paling acara-acara kegiatan biasa. Pameran batik mah sepengetahuan saya baru tiga kali. Pas pembukaan, terus kapan lagi, duh lupa. Kalau sehari-hari tidak ada aktivitas,” paparnya.

Mirisnya, pada malam hari tempat tersebut sering digunakan anak-anak muda untuk nongkrong dan berpacaran. Mini mengaku sering memarahi mereka, lantaran khawatir melakukan hal-hal yang di luar batas.

Salah seorang pedagang di sekitar oulet menambahkan, tempat tersebut sering digunakan kegiatan ibu-ibu, dan pada Agustus kemarin dijadikan tempat lomba catur tingkat Priangan Timur.

Kendati Outlet Batik Tasik nasibnya merana, Pemerintah Kota Tasikmalaya berencana membangun pusat pemasaran produk usaha mikro kecil dan menengan (UMKM) di wilayah Jl. Letnan Mashudi. Untuk membebaskan lahannya dibutuhkan Rp 28 miliar.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindag Kota Tasikmalaya, Firmansyah, mengatakan, pihaknya telah mengajukan anggaran sebesar itu ke legislatif. “Kita butuh Rp 28 miliar itu untuk membebaskan lahan yang akan digunakan pusat pemasaran produk-produk UMKM di Kota Tasik,” ujarnya.

Menurutnya, Kota Tasikmalaya membutuhkan tempat seperti itu untuk mempertemukan pembeli dengan produsen, sehingga visi menjadi kota termaju di Priangan Timur dalam bidang jasa dan perdagangan bisa tercapai. [Syaepul/Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?